• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Kronologi Kabur dan Ditangkapnya Sherny

Rabu, 13 Juni 2012 12:45 WIB
Kronologi Kabur dan Ditangkapnya Sherny
TRIBUNNEWS.COM/DANNY PERMANA
Sherny Konjongian

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sherny Konjongian, mantan Direktur Kredit Bank Harapan Sentosa (BHS), pergi ke Amerika Serikat (AS) sejak 1998, sebelum kasusnya disidangkan.

Wakil Jaksa Agung Darmono dalam konfrensi persnya di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/06/2012) mengatakan, kasus Sherny disidangkan pada sekitar 2002, di Pengadilan Negri Jakarta Pusat, karena BHS diduga merugikan uang negara hingga Rp 1,95 triliun.

Sherny pun tidak kunjung hadir ke persidangan, hingga akhirnya ia diputus bersalah, dan dihukum 20 tahun penjara.

Setelah tinggal di AS, Sherny kemudian mendapatkan Green Card pada 2003, dan mendapatkan status permanent residence.

Tim terpadu yang diketuai Darmono, dan terdiri dari unsur Polri, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Luar Negeri, mengirimkan red notice ke Interpol, yang kemudian melacak keberadaan Sherny di San Fransisco.

"Pada 2009, yang bersangkutan (Sherny) mengajukan permohonan naturalisasi. Saat bersamaan, kami informasikan ke Interpol bahwa yang bersangkutan adalah orang yang dicari," ujar Darmono.

Berdasarkan pengusutan Imigrasi AS, Sherny diketahui melakukan pelanggaran keimigrasian. Kasus tersebut kemudian disidangkan, dan Sherny ditahan sejak 2010.

"Kemudian berdasarkan proses hukum pengadilan, diputuskan yang bersangkutan harus di deportasi. Pengajuan banding juga ditolak pada 6 Mei lalu, akhirnya yang bersangkutan dideportasi," jelas Darmono.

Sherny diterbangkan dari San Fransisco ke Indonesia dengan menumpangi pesawat Garuda. Kepulangannya juga dikawal petugas United State Imigration dan Custom Enforcment (USIC) alias Imigrasi AS, yakni Leon Jeniffer bersama stafnya, serta atase kepolisian Brigjen Arif Wicaksono.

Setibanya di Indonesia, USIC menyerahkan Sherny ke pihak Imigrasi, yang kemudian meneruskan hal itu ke tim terpadu, dan dilakukan penangkapan oleh jaksa penuntut umum di bandara, untuk segera diambil langkah hukum. (*)

BACA JUGA

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
620741 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas