• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Chatib Kejar Target Capaian Investasi BKPM 2012

Kamis, 14 Juni 2012 02:20 WIB
Chatib Kejar Target Capaian Investasi BKPM 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tampuk pimpinan BKPM telah beralih ke tangan M Chatib Basri. Setumpuk tugas berat siap menantikan Dosen FE UI ini di tengah kondisi perekonomian dunia (global) masih belum "sembuh" dari krisis.

Iklim investasi global yang kurang "sehat" menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk mencapai target investasi Indonesia 2012.

Meski demikian, mencapai target Rp 283,5 triliun di tengah kondisi tersebut, adalah tantangan tersendiri bagi dirinya. Namun, Chatib tidak memberikan rincian strategi dan langkah spesifik yang akan dilakukannya.

"Apa yang sudah bagus, itu tidak perlu diubah. Namun kita memaksimalkan dan mengoptimalkan segi yang kurang saja," kata Chatib.

Ia menambahkan bahwa dirinya dipilih saat situasi perekonomian dunia yang tidak mudah. Ditegaskan yang harus dilakukan adalah meminimalisir kondisi krisis dan perlambatan ekonomi global, dan mempertahankan investasi tinggi, serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Lalu apa pandangan Gita Wirjawan terhadap penggantinya Chatib Basri di lembaga Penanaman Modal? Ditegaskan Gita, pemilihan Chatib sebagai pemegang tongkat estafet adalah putusan tepat. Karenanya Gita tak khawatir BKPM di tangan Chatib.

“Saya sangat confidence, beliau (Chatib-red) dapat melanjutkan berbagai kebijakan dan menyempurnakan potensi BKPM” tanggapan Gita, yang tak lain Mendag ini kepada wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (13/6/2012).

"Beliau sangat kompeten, beliau sangat piawai, mengerti makro dan mempunyai jaringan yang luar biasa baik di dalam dan di luar negeri, saya bangga dengan beliau," ujar Gita.

Lebih lanjut mengenai target investasi tahun ini, Gita optimis di tangan Chatin hal itu bisa tercapai. Bahkan semakin meningkat untuk kuartal II sekitar 20 persen.

"BKPM (di bawah pimpinan Chatib) akan sangat strategis dan saya yakin pada kuartal kedua diharapkan ada realisasi investasi sebesar 20 persen," katanya.

Sebagai catatan, BKPM mencatatkan realisasi investasi penanaman modal pada kuartal-I 2012 sebesar Rp71,2 triliun atau tumbuh sebesar 32,5 persen, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53,6 triliun.

Realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PDMN) sebesar Rp19,7 triliun atau naik 37,9 persen dalam periode yang sama pada tahun lalu.

Sedangkan untuk realisasi investasi penanaman modal asing sebesar Rp51,5 triliun yang juga mengalami peningkatan sebesar 30,3 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2011.

Adapun realisasi investasi di luar pulau Jawa adalah sebesar Rp33,6 triliun atau 47,2 persen dari total realisasi investasi, dan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu terdapat peningkatan realisasi investasi sebesar Rp9,9 triliun atau terdapat peningkatan sebesar 41,8 persen.

Selain itu, BKPM menerima pengajuan investasi baru senilai Rp129,1 triliun sepanjang kuartal I/2012.

Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea memaparkan investasi tersebut terdiri dari 1.264 proyek pendirian perusahaan baru.
“Itu hanya pendirian perusahaan baru, tidak termasuk perluasan. Perluasan bisa lebih besar daripada itu,” katanya, Jumat (18/5/2012) lalu.

Pengajuan investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) senilai US11,6 miliar yang terdiri dari 944 proyek dan 320 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp24,6 triliun.

Berdasarkan bidang usaha, BKPM memberikan izin atas pengajuan 156 proyek pendirian perusahaan baru di sektor primer dengan nilai investasi sebesar Rp12,8 triliun.

Izin investasi dalam sektor sekunder terdiri dari 320 proyek senilai Rp39,9 triliun, sedangkan investasi dalam sektor tersier terdiri dari 788 proyek bernilai total Rp76,4 triliun.

Tamba memperkirakan rencana-rencana investasi tersebut bisa menyerap hingga 130.527 tenaga kerja setelah terealisasi.

Dia menjelaskan jangka waktu realisasi rencana-rencana investasi di atas beragam, tergantung pada bidang usaha masing-masing.

“Sektor primer biasanya 4—5 tahun, sekunder 2—3 tahun, tersier antara 1—3 tahun, sedangkan konstruksi 3—4 tahun,” papar Tamba.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
623602 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • indi istanto-Kamis, 14 Juni 2012 Laporkan
    bagus pak kalo ada targetnya...intinya bpk hrus koordinasi jg sama byk pihak pak...ide di G-20 boleh juga tuh...
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas