• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Anas: Jangan Tafisrkan Aneh Pertemuan Pendiri Demokrat

Jumat, 15 Juni 2012 19:01 WIB
Anas: Jangan Tafisrkan Aneh Pertemuan Pendiri Demokrat
TRIBUNNEWS.COM/ANDRI MALAU
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menganggap baik forum komunikasi pendiri dan deklarator Demokrat. Anas meminta agar pertemuan yang tanpa dihaidirinya tersebut jangan ditafsirkan aneh-aneh.

"Kalau pendiridan deklarator berkomitmen dan bekerjasama untuk rakyat, itu energi positif. Jadi jangan dipahami sebagai energi negatif. Dan jangan ditafsirkan yang aneh-aneh karena banyak hal aneh-aneh di negeri ini. Tafisrkan saja, ini sebagai energi positif," ujar Anas  Urbaningrum dalam jumpa pers sesuai menonton film bersama jajaran pengurus DPP Demokrat di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Pengurus DPP Demokrat yang mendampingi Anas antara lain Wakil Ketua Umum Demokrat Jhonni Allen, Wakil Seken Saan Mustopa, Sutan Bhatoegana dan beberapa pengurus DPD I Demokrat.

Anas yang mengenakan baju lengan pendek warna putih berkerah biru tampak santai saat ditanya apakah  menonton film Soegija ini sebagai bagian perlawanan cantik terhadap deklarator dan pendiri Demokrat.

Menurut Anas, pertemuan yang digagas deklarator dan pendiri Demokrat tersebut adalah bagian dari konsolidasi partai agar Demokrat makin solid dan kompak.

"Saya kaitkan dengan forum komunikasi pendiri dan deklarator, itu adalah inisiatif yang baik. Jadi ini khas Demokrat juga. Itu terobosan di Demokrat. Partai lain belum ada," ujar Anas berkilah.

Menurutnya, para deklarator dan pendiri Demokrat punya ikatan historis, ikatan batin, serta ikatan tanggungjawab yang tinggi yang kemudian membikin forum dan menerjemahkan komitmen tersebut.

Anas tidak hadir dalam dua pertemuan yang digagas pendiri dan deklarator Demokrat tersebut. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat ditanya tentang ketidakhadirannya, Anas meminta Sutan Bhatoegana untuk menjawab. "Undangan diserahkan ke DPP, sebagian dapat sebagian tidak. Sampai ke Pak Anas terlambat, jadi enggak perlu dipermasalahkan. Tapi acara itu Pak Anas tahu. Ketua Umum bagaimana mau datang kalau tidak ada undangan. Ini bukan gengsi. Demokrat itu satu," ujar Sutan.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yulis Sulistyawan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas