• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Partai NasDem Ubah Kultur Politik

Senin, 18 Juni 2012 20:19 WIB
Partai NasDem Ubah Kultur Politik
Rahmad Hidayat/Tribunnews.com
Boni Hargens

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Gagasan Partai NasDem mendanai sekitar 200 calon legislator (caleg) untuk Pemilu 2014 diapresiasi.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens  kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/6/2012), mengatakan, rencana NasDem mendanai calegnya adalah sebuah terobosan yang sangat menarik.

Argumentasi Partai NasDem, kata Boni, ingin menjaring kader-kader terbaik bangsa dan menghindari korupsi terkait pendanaan kampanye, serta menyelamatkan keuangan negara.

“Argumentasi Partai NasDem jelas yakni mereka ingin menjaring kader terbaik bangsa. Pemberian dana lebih dikarenakan orang-orang terbaik umumnya tidak punya uang. Dan ironisnya, banyak orang baik masuk politik menjadi kotor, karena salah masuk partai,” katanya.

Dikatakan, NasDem dengan gagasannya, ingin mengubah kultur politik di Indonesia. Karena penyediaan dana itu, katanya lagi, ada kaitannya dengan menjaga integritas kader-kader yang terpilih, agar mereka mereka tidak sibuk mencari uang. Tetapi, fokus pada kerja politik memenangkan partai.

“Sah saja terobosan seperti itu. Ini namanya gerakan beasiswa politik. Fondasinya yang harus kita hargai yakni idealisme membangun politik indonesia yang bersih,” kata Boni.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, Hary Tanoesoedibjo (HT), mengatakan, dukungan finansial Partai Nasdem yang selama ini dipermasalahkan banyak pihak, justru seharusnya dipandang sebagai perubahan positif dalam paradigma parpol di Indonesia.

Koordinator Formappi Sebastian Salang menilai, terobosan yang dilakukan oleh NasDem sebagai sebuah gagasan yang berani. Cara itu dianggap dapat menjadi senjata penting yang dapat melahirkan tantangan partai politik lain.

Namun Sebastian berharap agar NasDem juga memikirkan program-program untuk masyarakat setelah legislator itu terpilih.

"Ini kontroversial menimbulkan pro dan kontra. Jadi, jangan tanggung-tanggung buka semuanya secara transparan ke publik. Pasti ada pertanyaan-pertanyaan, NasDem uangnya banyak, uangnya dari mana? Untuk itu harus transparan, dari siapa-siapa saja pemodal NasDem itu," kata Sebastian.

Lihat Juga:

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
0 KOMENTAR
639291 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas