• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribunnews.com

Indonesia Negara Gagal Karena Tata Kelola Carut Marut

Rabu, 20 Juni 2012 18:40 WIB
Indonesia Negara Gagal Karena Tata Kelola Carut Marut
tjahjokumolo.com
Tjahjo Kumolo

 Baca juga: Indonesia Peringkat 63 Negara Gagal di Dunia

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo angkat biacara atas apa yang diungkap The Fund for Peace (FFP), menempatkan Indonesia pada urutan ke-63 bersama Gambia, sebagai negara yang gagal.

Tegas dikatakan, tata kelola kenegaraan serta carut marutnya penyelenggara pemerintahan, tak bisa dipungkiri.  Selain itu, kedaulatan yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pemegang amanah, dalam hal ini pemerintahan SBY-Boediono.

"Meningkatnya gelombang gejolak perasaan publik yang semakin tidak terkendali serta tingginya korupsi birokrasi dan kejahatan yang meresahkan masyarakt. Hal lain, menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan," tegasnya, Rabu (20/6/2012).   

Hal lain yang juga menjadi salah satu faktor membuat Indonesia dikatakan sebagai negara gagal adalah sikap gamang pemerintah dalam menuntaskan berbagai kasus hukum. Baik itu skandal
bailout Bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU dan penegakan hukum yang masih tidak berkeadilan serta tebang pilih.

"Belum lagi, dilihat kecenderungan menghadapkan aparat dengan rakyat di berbagai bidang. Faktor keamanan yang tidak menjamin ketertiban masyarakat. Presiden dengan para menteri kabinetnya mengalami kesenjangan dan tidak sinkron dalam memahami arah kebijakan Presiden," tandas Tjahjo.           

Dikatakan, setiap pengambilan keputusan politik pembangunan, juga  masih belum mengimplementasikan dari empat pilar kebangsaan. Khususnya, kemajemukan atau kebhinekaan.  Secara historis dan sosiologis, Indonesia sebagai bangsa, memiliki kekuatan emosional kebangsaan yang kuat.

Persolan yang paling utama di Indonesia itu adalah masalah ketidakadilan ekonomi dan proses institusionalisasi demokrasi, bukan persolan kesukubangsaan, apalagi agama.

Kalau dua hal tersebut dapat diperbaiki, sambung Tjahjo Kumolo, isu ketidakadilan dan institusionalisasi demokrasi, maka Indonesia akan semakin kuat.

Baca juga yang ini:

Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas