• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

KNPI Gelar Gerakan Peduli Kanker Serviks

Kamis, 21 Juni 2012 00:52 WIB
KNPI Gelar Gerakan Peduli Kanker Serviks
ist

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyelenggarakan acara Gerakan Peduli Kanker Serviks, di Villa Aquarius Orange Cisarua Bogor, Rabu (20/6/2012).

Dalam acara yang dihadiri Ketua Umum KNPI Periode 2011–2014 Taufan En Rotorasiko dan seluruh jajaran DPP KNPI ini juga dihadiri oleh
DR dr Robert Hutahuruk dari Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan.

Juga hadir, Dr Ardiansyah SPOG dari Siloam Hospital, Dr Fathur Bashamala dari Kementerian Kesehatan serta Duta Kanker Serviks Olivia Jansen.

Acara Gerakan Kanker Serviks KNPI ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak RI Linda Gumelar.

Isi pokok Gerakan Peduli Kanker Serviks yang dimotori KNPI yang mengedukasi masyarakat khususnya perempuan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks.

"Kegiatan ini diadakan untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada seluruh masyarakt mengenai karakteristik kanker serviks, bahayanya, serta cara pencegahannya," kata Ketua Umum DPP KNPI Taufan EN Rotorasiko dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (20/6/2012).

Bersumber dari beberapa literatur, kata Taufan, kanker serviks adalah kanker pembunuh perempuan nomor 1 di Indonesia dan setiap perempuan, usia berapapun berisiko terkena virus penyebab kanker serviks.

Dalam kajian ilmiah kedokteran, disebutkan semua perempuan berisiko terkena kanker serviks terlepas dari latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, dan gaya hidupnya.

Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Kanker servik juga merupakan kanker kedua yang paling sering merenggut nyawa.

Di Indonesia sendiri, lanjut Taufan, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan tidak tertolong jiwanya.

"Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Bersumber dari literature kesehatan penyakit yang bisa dicegah, tapi karena tingkat pengetahuan masyarakat di Indonesia masih kurang, menjadikan angka kasusnya masih sangat tinggi," terang Taufan.

Oleh karena itu, melalui gerakan peduli kanker servik, Taufan menghimbau kaum perempuan bahwasannya kanker serviks dapat dicegah.

Taufan menambahkan dengan seringnya mensosialisasikan kanker serviks, kaum perempuan Indonesia akan sadar tentang bagaimana pencegahan kanker serviks sedini mungkin. Untuk merealisasikan gerakan tersebut DPP KNPI membagikan voucher pemeriksaan.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Anwar Sadat Guna
0 KOMENTAR
647861 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas