• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Caleg NasDem Akan Lepas dari Utang Politik dan Kepentingan

Sabtu, 23 Juni 2012 13:31 WIB
Caleg NasDem Akan Lepas dari Utang Politik dan Kepentingan
net
Logo Partai Nasional Demokrat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem menegaskan dengan membiaya Caleg partai ingin mengakhiri transaksi politik yang liar. Selain itu Partai Nadem ingin membuat suasana menjadi lebih kondusif dari transaksi-transaksi dan kepentingan uang.

"Karena setiap orang yang menjadi anggota dewan dari Nasdem, dia tidak punya utang kepada siapapun dan dia harus fokus memikirkan rakyat dan dia bekerja seoptimal mungkin dan tidak lagi berfikir bagaimana cara mengembalikan uang," Sekjen Partai Nasdem, Ahmad Rofiq mengungkap hal itu kepada media saat ditemui di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (23/6/2012).

Tegas ia mengatakan, dengan Partai sendiri membiaya, itu berarti kader Partai NasDem bisa bekerja penuh dengan ketenangan dan total bekerja buat rakyatnya.

Lebih lanjut, Caleg yang akan dibiayai Partai sendiri bukanlah sembarangan. Parta akan melakukan penjajakan dan seleksi di internal Partai. Karakter memiliki kapabilitas dan moralitas yg tinggi menjadi pertimbangan.

"Caleg Partai NasDem, orang-orang terpilih. Kita bisa melihat banyak dari kalangan praktisi dengan integritas cukup baik. Tetapi dia tak bisa karena gara-gara uang. Nadem ingin support itu agar dia bisa membuat Indonesia lebih baik," ujarnya.

Tegas dikatakan, Kader-kader Partai NasDem yang hadir boleh membantu dan mendukung pendanaan Para Caleg. Tetapi tidak boleh ada ikatan apapun.

"Jadi Surya Paloh membuat parpol dan Hary Tanoe bergabung itu tidak ada transaksi politik. Keduanya sadar ini adalah panggilan perubahan. Kita ingin para pengusaha lainnya yang masuk ke Nasdem dia hadir untuk kepentingan perubahan bukan untuk memperkokoh diri," tegasnya.

Rakyat juga akan diajak untuk membantu perubahan ini terwujud. Ini motivasi yang harus ada ketika masuk ke partai Nasdem.

"Dana itulah yg akan mengoprasikan semuanya. Atribut, keperluan konsolidasi politik dan lainnya," terangnya.

Baca Juga:

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
656762 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas