• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Belum Saatnya Kumpulkan Koin Bangun Gedung KPK

Senin, 25 Juni 2012 13:15 WIB
Belum Saatnya Kumpulkan Koin Bangun Gedung KPK
net
Ray Rangkuti

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Sosial Politik Ray Rangkuti menilai ide mengumpulkan koin dari publik untuk membangun gedung KPK belum tepat dilakukan saat ini.

"Sikap ini hanya menambah pertentangan dua lembaga DPR dan KPK yang ujungnya jelas tak menyumbang apapun bagi perbaikan kualitas kebangsaan dan pemberantasan korupsi," kata Ray, Senin (25/6/2012).

Belakangan ini berkembang wacana mengumpulkan koin untuk membantu membangun gedung KPK yang baru setelah Komisi III DPR belum menyetujui anggaran untuk pembangunan gedung.

"DPR dan KPK baiknya saling menghormati. KPK melakukan anjuran DPR untuk terlebih dahulu mencari gedung-gedung kosong milik pemerintah untuk kemudian jika tak ditemukan segera dibangun gedung baru."

"Begitu juga dengan DPR anjuran untuk mencari gedung itu bukan bagian dari upaya menghalang-halangi kinerja KPK serta membuat KPK dalam posisi sulit untuk berkembang," kata Ray.

Dikatakan, alasan KPK sebagai lembaga ad hoc, penghetaman, dan kinerja tak dapat diterima.
Khususnya dua alasan terakhir, kinerja dan penghematan, lebih layak dialamatkan ke DPR daripada ke KPK.

"Pembangunan toilet, ruang banggar, studi banding, dan lainnya, contoh dari pemborosan uang negara ala DPR. Mudah-mudahaan dua lembaga ini dapat saling mendukung dan menghormati," kata Ray.

Menurut Ray, rencana KPK untuk membangun gedung baru karena berbagai alasan yang telah dikemukakan KPK, memang layak didukung.

"Kita sama melihat urgensi pembangunan itu disertai dengan kepercayaan bahwa KPK memang benar-benar menghajatkan hal tersebut," ujarnya.

Beban pekerjaan yang menumpuk, usia bangunan yang tua, dalam rangka memompa kinerja yang lebih baik dan penambahan karyawan merupakan kebutuhan yang dapat dipahami.

"Lebih-lebih KPK jilid 3 ini mulai memperlihatkan intensitas kinerja yang lebih positif. Sekalipun begitu, anjuran DPR agar KPK terlebih dahulu mencari gedung-gedung kosong pemerintah untuk dipinjam sebagai tambahan kantor KPK juga layak diperhatikan," katanya.

Tujuannya agar ada penghematan yang nyata. Oleh karena itu KPK sebaiknya segera melakukan anjuran itu. Jika memang pada faktanya tak ditemukan gedung yang sesuai dengan fungsi dan kapasitas yang diinginkan oleh KPK maka membangun gedung baru tentu harus dilakukan.

"Dengan begitu, tak perlu ada ngotot-ngototan antara dua lembaga negara yang berujung pada sentimen tak postif. Dua lembaga ini tak perlu saling adu wibawa di depan masyarakat dengan saling menggertak," kata dia.

KLIK JUGA:

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna
0 KOMENTAR
662451 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas