• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Jambore Sanitasi Jadikan Anak Agen Perubahan

Senin, 25 Juni 2012 20:43 WIB
Jambore Sanitasi Jadikan Anak Agen Perubahan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Anak-anak bermain di pinggir Waduk Melati, Pintu Air Talang Betutu, Jakarta, Sabtu (16/6/2012). Pendangkalan waduk akibat endapan sampah dan limbah dari gedung-gedung perkantoran di sekelilingnya, menimbulkan ancaman banjir dan kesehatan lingkungan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kampanye pentingnya air dan sanitasi tidak hanya di kalangan orang dewasa, tapi bisa juga dilakukan untuk kalangan anak-anak. Nah, melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan  Jambore Sanitasi 2012 untuk yang keempatkalinya.

Jambore ini  diikuti oleh 198 peserta siswa-siswi SLTP dari 33 provinsi di Indonesia berlangsung di Hotel Mercure Ancol Jakarta, 24 Juni – 1 Juli 2012 mendatang. Jambore tema Peduli Sanitasi, Peduli Masa Depan Air  dimaksudkan agar sejak dini anak-anak Indonesia menyadari pentingnya perlakuan air saat ini.

“Jadi kita  mengkampanyekan perilaku peduli sanitasi melalui peran anak-anak sebagai agen perubahan. Apalagi  masa depan air akan sangat bergantung terhadap bagaimana kita memperlakukan air saat ini," papar Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P saat pembukaan acara, Senin (25/6/2012).

Selama Jambore Sanitasi, para Duta Sanitasi dibekali dengan pengetahuan umum mengenai sanitasi dan pengetahuan teknis tentang air limbah, drainase, dan persampahan.

Untuk memaksimalkan tugas sebagai Duta Sanitasi yang memberikan penyuluhan, para peserta juga mengikuti pembekalan mengenai public speaking atau teknik presentasi, kreatifitas dan alat-alat komunikasi, serta pengembangan kepribadian.

Mereka juga belajar praktek pengelolaan sanitasi berbasis komunitas dengan nara sumber individu dan organisasi pemerhati lingkungan. Pembekalan juga akan melalui kegiatan kunjungan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan ke sekolah contoh penerapan sanitasi yang baik.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat membuka acara, tadi pagi  menyatakan, perilaku yang mencemari air harus segera ditinggalkan seluruh masyarakat.

"Pengelolaan sanitasi yaitu sampah, air limbah, dan drainase yang baik harus dimulai sekarang juga untuk menyelamatkan air di masa depan. Kita harus semakin peduli terhadap sanitasi," paparnya.

Kegiatan puncak Jambore adalah pemilihan Duta Sanitasi Nasional 2012 yang akan dinobatkan oleh Ibu Herawati Boediono.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, dalam Jambore Sanitasi 2012 ini 1.000 anak SD di DKI Jakarta juga akan menggemakan peduli sanitasi dalam GIPS “Gema Indonesia Peduli Sanitasi” bersama dengan 198 Duta Sanitasi dari 33 provinsi.

Kegiatan yang berpusat di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol pada 30 Juni 2012 ini, bertujuan untuk mengkampanyekan perilaku peduli sanitasi dalam skala yang lebih luas dan massal.

“Seperti halnya Jambore Sanitasi, Gema Indonesia Peduli Sanitasi kami harapkan dapat menjadi representasi dari kampanye perilaku peduli sanitasi sejak usia dini, sehingga lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang peduli sanitasi,” tambah Budi.

Penyelenggaraan Jambore Sanitasi 2012 didukung oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB),  dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Berita Lainnya
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
664461 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas