• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pemerintah Tak Larang Penanaman Tembakau

Senin, 25 Juni 2012 21:47 WIB
Pemerintah Tak Larang Penanaman Tembakau
Kompas
Nafsiah Mboi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi menyatakan prinsip Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembaku bukan bertujuan melarang masyarakat menanam tembakau, produksi, penjualan rokok, ataupun merokok.

Nafsiah menegaskan tujuan pembentukan RPP itu adalah untuk melindungi masyarakat yang tidak merokok dan perokok itu sendiri. "Prinsipnya, RPP ini tidak melarang penanaman tembakau, produksi rokok, penjualan rokok atau pun merokok," kata Nafsiah saat rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/6/2012).

Ia menjelaskan, materi RPP Tembakau ini mencakup pada pengujian kadar tar dan nikotin, pengaturan penggunaan bahan tambahan, peringatan kesehatan melalui gambar dan tulisan, larangan informasi yang menyesatkan, pengendalian iklan, promosi, dan sponsor, perlindungan khusus bagi anak dan perempuan hamil, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta perlindungan kelestarian tanaman tembakau.

Dan posisi pembentukan RPP Tembakau yang mengacu pada Pasal 116 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ini telah berada di Setkretariat Negara (Setneg), guna menunggu waktu untuk dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat terbatas.

Menurut Nafsiah, munculnya penolakan atas RPP Tembakau ini disebabkan kesalahpahaman tentang maksud pembentukan aturan tersebut, yakni persepsi bahwa pemerintah akan melarang penanaman tembakau, produksi rokok, penjualan, dan merokok.

Ia menegaskan, pemerintah perlu mengatur tentang tembakau ini agar orang yang tidak merokok tidak ikut menjadi korban. "Jadi, yang mau merokok dan membunuh diri dipersilakan dengan hormat," ucapnya.

Di waktu bersamaan, saat ini merokok tidak hanya dilakukan orang dewasa, melainkan juga kalangan anak-anak. Dan penelitian menunjukan perokok muda dan kaum perempuan sulit berhenti merokok.

"Saya mohon pengertiannya, orang boleh merokok, tapi, setiap perokok berhak untuk tahu apa yang dilakukannya merugikan diri sendiri dan orang lain," tandasnya.

Tepuk tangan dari pejabat teras Kemenkes ikut meramaikan ruang rapat karena seorang anggota Komisi IX mengklaim sudah tidak ada lagi anggota di komisinya yang merokok di dalam ruang rapat.

Berita Lainnya
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
664661 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas