• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Anas Mengaku Siap Diperiksa KPK Hari ini

Rabu, 4 Juli 2012 10:07 WIB
Anas Mengaku Siap Diperiksa KPK Hari ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, saat pembukaan rapat koordinasi (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011) tahun lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku siap memenuhi pangilan KPK hari ini, Rabu (4/7/2012).

Ia pun menyatakan akan koperatif dalam memberikan keterangan saat ditanyai penyelidik KPK terkait proyek pembangunan gedung sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Jika bagi KPK keterangan Anas sangatlah berharga, namun tidak untuk Anas sendiri. Buktinya, guna menghadapi pemanggilan hari ini, orang nomor satu di partai besutan SBY tersebut justru tak mempersiakan diri secara khusus untuk membeberkan keterangan pada kasus tersebut.

"Pak Anas tidak ada persiapan khusus untuk panggilan KPK hari ini. Bahkan, soal kader itu bukanlah sesuatu yang sengaja dipersiapkan oleh beliau," ujarPengacara Anas, Firman Wijaya kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta.

Firman pun kembali menegaskan kliennya tersebut pasti akan memenuhi panggilan KPK yang kedua terkait dengan kasus Hambalang ini. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Anas untuk tidak menghadiri undangan tersebut.

"Dia akan bersikap ksatria sebagai warga negara yang baik. Dia tidak akan mundur dan tetap menghadapi," tegasnya.

Pada pemeriksaan pekan lalu, Anas mengaku dicecar soal penerbitaan sertifikat tanah Hambalang. Namun, Anas membantah pernah memerintahkan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono, untuk mengurus sertifikat tanah Hambalang tersebut.

"Saya tidak pernah perintahkan Ignatius Mulyono mengurus sertifikat," kata Anas usai pemeriksaan di KPK, Jakarta, Rabu (27/6/2012) lalu.

Anas, saat itu mengaku dicecar soal partai Demokrat, struktur Fraksi Demokrat di DPR, dan tugas dirinya ketika menjadi ketua Fraksi. "Itu yang ditanyakan penyidik," kata Anas.

KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi tersebut, sejak Agustus 2011 lalu. KPK sendiri hingga kini sudah beberapa kali melakukan gelar perkara. Namun, belum meningkatkan status kasus tersebut sampai saat ini.

Johan Budi mengatakan KPK belum menemukan dua alat bukti untuk menaikkan status Hambalang menjadi penyidikan. "Tapi kemungkinan, ekspose pekan ini untuk melihat apakah dalam proses penyelidikan sudah cukup dua alat bukti," tandas Johan.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
691481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas