Sabtu, 31 Januari 2015
Tribunnews.com

Gugatan Grasi Presiden terhadap Corby Ditolak Hakim

Rabu, 4 Juli 2012 14:43 WIB

Gugatan Grasi Presiden terhadap Corby Ditolak Hakim
perthnow.com.au
schapelle corby

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara menolak gugatan gerakan Anti Narkotika Nasional (Granat) terhadap Grasi Presiden RI yang diberikan kepada WNA asal Australia dan Jerman Schapelle Leigh Corby dan Peter Grobman.

Hakim ketua Yodi Martono Wahyunadi dalam persidangan mengungkapkan, bahwa penolakan gugatan grasi Corby ini berdasarkan pertimbangan Mahkamah Agung (MA) dimana grasi adalah bentuk pengampunan ataupun keringanan kepada Narapidana.

Yodi pun menambahkan pemberian grasi juga merupakan hak preogratif presiden.

"Berdasarkan perimbangan MA, kita tidak bisa melanjutkan gugatan yang dilayangkan granat perihal grasi yang diberikan presiden terhadap WNA  Australia dan Jerman Schapelle Leigh Corby dan Peter Grobman," ujar  Yodi usai persidangan di PTUN, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (4/7/2012).

Walau telah menolak gugatan Granat tersebut, namun Majelis Hakim PTUN masih memeberikan kesempatan kepada Granat untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dalam kurun waktu selama 14 hari.

"Kalau memang mau banding kita kasih waktu selama dua minggu," tandasnya.

Menanggapi penolakan tersebut, Tim Kuasa Hukum Granat, Maqdir Ismail mengaku kecewa atas penolakan gugatan Granat terhadap grasi tersebut. Ia mengkritisi Hakim ketua yang dianggap keputusannya sepihak.

Halaman12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas