• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Menpora Andi Mallarangeng Tersangka Kasus Hambalang?

Rabu, 4 Juli 2012 18:38 WIB
Menpora Andi Mallarangeng Tersangka Kasus Hambalang?
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Malarangeng (kiri), menjelaskan mengenai proyek Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2012). Proyek tersebut dihentikan sementara waktu untuk dievaluasi oleh kemenpora, terkait longsor yang terjadi di wilayah tersebut. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membidik calon tersangka kasus proyek pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Hal itu tampak dari langkah lembaga antikorupsi tersebut dengan mengkerucutkan kontruksi tembakan penyelidikan ke arah penyalahgunaan wewenang pejabat penyelenggara negara.

"Pertama, yaitu penyalahgunaan wewenang," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantor KPK beberapa waktu lalu.

Sementara dari informasi yang dihimpun Tribunnews.com, penyalahgunaan wewenang itu bermuara ke pejabat Kemenpora, yang notabene sebagai owner proyek Hambalang.

"Ada 4 orang pejabat Kemenpora yang indikasinya kuat dengan bukti-bukti penyelidikan kasus Hambalang sejauh ini," kata sumber Tribunnews.com di KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2012). Dari keempat calon tersangka tersebut, nama Menpora Andi Mallarangeng ikut tersebut.

"2 pejabat ikut pelaksana proyek, 1 mantan pejabat dan 1 lagi Petingginya (Menteri)," terang sumber tersebut.

Sebelumnya, nama Andi Mallarangeng juga mencuat pasca mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin mengatakan jika mantan Jubir Presiden SBY itu yang mengatur proyek senilai Rp2,5 Triliun tersebut.

"Menpora yang mensetting  proyek Hambalang itu di Kemenpora," kata Nazaruddin seusai diperiksa beberapa waktu lalu.

Bahkan, mantan Anggota KPU Pusat itu sempat dikabarkan telah ditetapkan menjadi tersangka KPK bersama 3 orang pejabat Kemenpora lainnya, meski akhirnya dicabut kembali status itu setelah berlaku hanya selama tiga jam.

Namun, saat dikonfirmasi, Jubir KPK Johan Budi membantah informasi tersebut. Tapi Johan memastikan bahwa pihaknya akan kembali gelar perkara atau ekpose kasus tersebut dalam waktu dekat ini.

Sedangkan untuk pelengkapan berkas penyelidikan, hari ini KPK kembali memeriksa Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum. Usai periksa Anas mengatakan telah banyak ditanyakan seputar proyek tersebut oleh penyelidik. 

"Saya tadi sudah berikan klarifikasi tambahan kepada penyelidik KPK.
Dan saya yakini akan bermanfaat bagi KPK, untuk menuntaskan kasus hambalang," kata Anas seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2012) sore.

Ia tak mau banyak berkomentar lebih soal pemeriksaannya. Berkali kali ditanyakan apakah penyidik KPK mencecarnya seputar peran Menpora dalam kasus tersebut, ia tak menjawabnya seraya berjalan ke arah mobilnya. Namun, setelah didesak wartawan sampai ke mobilnya, Anas lantas menjawab tidak ditanyakan soal Andi Mallarangeng.

"Tidak, tidak, tidak ditanyakan," ujar Anas seraya memasuki mobil dan bergegas meninggalkan KPK.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
693302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Abdul Latif-Senin, 9 Juli 2012 Laporkan
    Pemimpin2 Bangsa,kalau tidak mau belajar dari bangsa yang sukses
    maka korupsi akan berjalan terus. LOOK TO THE EAST AND LEARN FROM JAPAN

    BAGAIMANA JAPAN MENGATASI KORUPSI; YAITU MEMBERIKAN BONUS KPD SEMUA PEKERJA2 6 BULAN SEKALI,AGAR SETIAP PEKERJA DAPAT
  • Saf-Minggu, 8 Juli 2012 Laporkan
    Ilmu Hukum berdasarkan
    fakta/alat bukti, ttp ada
    hal laen yg juga
    berdasarkan fakta
    sebelumnya, yaitu ilmu
    statistik. Berdasarkan
    statistik org2 kere jd
    pejabat tentu ngicar fee dr
    proyek2 APBN/D, setelah itu
    baru mrk kaya raya.
    Pengusaha jd pej
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas