• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Pengamat: Partai NasDem Bisa Bongkar Politik Kartel

Jumat, 6 Juli 2012 15:56 WIB
Pengamat: Partai NasDem Bisa Bongkar Politik Kartel
net
Logo Partai Nasional Demokrat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cara berpolitik warisan orde baru masih dianut banyak partai politik di Indonesia. Mereka masih terjebak dalam kartel politik, dimana arah perjalanan partai ditentukan oleh faktor kekayaan, keturunan dan pertemanan.

"Parpol di Indonesia saat ini dikontrol oleh kartel oligarki. Sehingga, sulit keluar dari jebakan lingkaran setan kekuasaan. Beberapa parpol besar memang sudah digenggam kartel oligarki itu," kata Pengamat Politik Universitas Indonesia, Boni Hargens dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Jumat(6/7/2012).

Boni mengatakan, sesudah era orde baru, demokrasi Indonesia dibajak oleh orang-orang kaya. Mereka itu juga disebut oligarki. Para oligarki ini, berubah wujud dan modus vivendi menjadi kartel karena sesudah 1998 peran partai menguat. Pada era orba, parpol tidak mempunyai peran kuat.

Karena itulah, lanjut Boni, kehadrian partai NasDem lanjut Boni sangat penting untuk membongkar praktik kartel tersebut.

"Kehadiran NasDem dan partai alternatif lain harus dalam konteks membongkar praktek kartel itu. NasDem tidak boleh terjebak dalam sistem kartel yang sama kalau benar mau jadi partai modern dan reformis," kata Boni.

Partai NasDem kata Boni kini sedang mencoba meruntuhkan pola kartelisasi parpol tersebut. Sebab, pimpinan oligarki seperti Ketua Dewan Pembina NasDem, Surya Paloh berada di belakang layar dan membiarkan kalangan muda idealis dan intelektual menjalankan roda partai. Model kerja parpol seperti NasDem tidak dipimpin oleh kartel.

"Surya Paloh sedang memberi contoh bagaimana harus membangun tradisi yang populis dimana dirinya tidak langsung mengontrol. Akhirnya kita singgung, kepemimpinan muda di NasDem, orang-orang yang tak dikenal, aktivis biasa. Suatu gebrakan baru, partai yang tidak dipimpin kartel," pungkas Boni.

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
699181 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas