Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Kejaksaan Agung Tahan Konsultan Pajak Hendro Tirtajata

Senin, 9 Juli 2012 20:42 WIB

Kejaksaan Agung Tahan Konsultan Pajak Hendro Tirtajata
TRIBUNNEWS.COM/dany permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Kejaksaan Agung RI akhirnya menahan Hendro Tirtajata, konsultan pajak yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dan pencucian uang oleh Dhana Widyatmika.

Hendro ditahan usai menjalani pemeriksaan di gedung bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), sejak siang ini. Ia yang mengenakan kemeja biru itu, enggan memberi komentar seputar penahannya.

Ikut mengantar Hendro ke rumah tahanan Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung RI, adalah istrinya, dan anak perempuannya yang tampak bersedih atas penahanan itu.

Hendro yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 Juni lalu adalah konsultan pajak PT.Mutiara Virgo (MV). Perusahaan tersebut berkewajiban membayar pajak Rp 128,671 miliar ke KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk.

Hendro dalam kasus tersebut bertindak sebagai perantara antara direktur PT.MV, Jhony Basuki yang juga telah dilakukan penahanan, bersama salah seorang anggota pemeriksa pajak, Herly Isdiharsono.

Dari rekayasa tersebut, Herly berhasil mengantongi uang hingga miliaran rupiah, salah satunya adalah pembayaran secara tunai senilai Rp 9 miliar, dan sisanya secara transfer. Uang tersebut juga dibagikan ke tim pemeriksa lain, salah satunya Dhana Widyatmika.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Arnold Angkouw mengatakan pihaknya melakukan penahanan terhadap Hendro setelah sang konsultan pajak tidak bisa menjelaskan kekayaannya.

"Dari hasil pemeriksaan, HT (Hendro Tirtajaya) diketahui menggunakan uang untuk kepentingan pribadi Rp 3,5 miliar dari hasil penggelapan pajak itu," katanya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum kejaksaan Agung, M.Adi Toegarisman mengatakan Hendro ditahan untuk 20 hari kedepan hingga 28 Juli.

Untuk Herly sendiri, menurutnya pihak Kejagung masih terus melakukan pemeriksaan, agar berkasnya segera rampung dan dapat disidangkan.

"Kalau kami sih inginnya cepat, tapi penyidikan memang butuh waktu," tandasnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas