• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Masyarakat Nangan Raya Prihatin Kerusuhan di Kampungnya

Rabu, 11 Juli 2012 00:15 WIB
Masyarakat Nangan Raya Prihatin Kerusuhan di Kampungnya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Sejumlah polisi mengamankan massa simpatisan yang berakhir ricuh saat simulasi pengamanan Pilkada DKI Jakarta di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2012). Dalam simulasi tersebut petugas mempraktekan pengamanan Pilkada 2012 dengan skenario terjadinya kerusuhan karena para simpatisan calon gubernur dan wakil gubernur tidak terima dengan hasil perhitungan suara. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penolakan hasil pilkada putaran kedua di Kabupaten Nagan Raya yang gelar pada (2/7/2012) lalu dan berujung rusuh antara aparat keamanan dengan ribuan pengunjuk rasa, membuat miris warga Nangan Raya yang tinggal di Jakarta.

Chalidin Usman,Ketua Umum Ikatan Keluraga Nangan Raya (IKNR) di Jakarta mengungkapkan kekecewaanya terhadap Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Nagan Raya yang dinilai plin-plan sehingga membuat masyarakat sipil menjadi korban.

"Kepada pihak berwenang, saya mohon untuk memeriksa Ketua KIP dan memeriksa salah satu kandidat bupati yang masih punya hubungan family, saya pun sedikit ragu KIP Nangan Raya bersikap netral," ujar Usman di kantornya Jalan Raya setu, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2012).

Usman menuturkan akibat kericuhan tersebut, suasana mencekam hingga saat ini semakin menjadi. Dimana untuk masuk ke dalam kota masyarakat langsung dihadang petugas kepolisian yang dirasa mempersempit ruang gerak masyarakat.

Tak hanya itu, garis polisi terbentang panjang menutupi kota yang membuat sebagian orang sulit untuk beraktifitas. "Suasananya sangat mencekam, kami hanya memikirkan keluarga kami disana," ujar Usman.

Dikatakan Usman, kericuhan yang terjadi di tanah airnya itu akibat ketidaktegasan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam menggelar pemilihan Bupati Nagan, Aceh. Dimana beberapa warga menilai, dalam pemilihan saat itu banyak terjadi penggelembungan suara yang dilakukan oleh HT Zulkarnaini dan HM Jamin Idham pada pilkada putaran kedua pemilihan Bupati.

"Masalahnya massa pendukung Asib Amin dan Djasmin Has menuntut agar Komisi Independen Pemilihan (KIP) untuk menghitung ulang suara, sehingga kericuhan itu muncul," ujar Usman.

Usman pun mengharapkan agar kasus kericuhan tersebut dapat diselesaikan pemerintah. Karena menurutnya, atas kejadian tersebut, banyak sekali pelanggaran HAM yang terjadi akibat bentrokan antar massa dan kepolisian yang dinilai tidak netral. Selain itu, peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga diharapkan dapat mengambil alih kasus yang dinilai telah menyalahi Undang-undang pemilihan.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara aparat keamanan dengan ribuan pengunjuk rasa pendukung Asib Amin-Djasmi Has ke kantor KIP Nagan Raya sepanjang, Sabtu (7/5/2012) hingga Selasa (10/7/2012) dini hari mengakibatkan terjadi bentrok dan saling lempar.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo kepada SP, Selasa (10/7/2012) pagi mengatakan hasil Pilkada putaran kedua di Kabupaten Nagan Raya dimenangkan pasangan Teuku Zulkarnain - Jamin Idham dengan jumlah suara 43.640 atau 51,19 persen. Sedangkan pasangan Asib Amin - Djami Has memperoleh dukungan suara 41.608 atau sekitar 48,81 persen.  

Ternyata hasil tersebut tidak diterima oleh kubu Asib Amin-Djasmi Has, sehingga ribuan pendukung melakukan unjuk rasa kekantor KIP setempat mereka meminta KIP untuk membatalkan hasil pilkada, karena mereka menilai pilkada berlangsung curang, tetapi tuntutan mereka salah alamat dan dengan sikap anarkis maka pada, Senin malam aparat membubarkan aksi tersebut sehingga terjadi pelemparan ke arah aparat oleh pengungjuk rasa.

Akibatnya banyak polisi yang terluka dan pada pukul 23.00 WIB malam tadi, aparat membubarkan aksi tersebut dengan menembak keudara guna mencegah aksi yang lebih brutal lagi.  

Selain itu aparat juga menangkap puluhan pendemo dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Nagan Raya, untuk mencari siapa dalang dibalik kerusuhan yang terjadi dalam demo beberapa hari terakhir.  

Ketua KIP Nagan Raya, T Abdul Rasyid mengatakan perhitungan suara yang dilakukan oleh KIP mengacu pada Peraturan KIP Aceh Nomor 20 Tahun 2011 tentang Tatacara Pelaksanaan Rekapitulasi, terhadap tuntutan massa akan diakomodir sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
712411 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas