Jumat, 31 Juli 2015
Tribunnews.com

Sandi "Sapi" Digunakan Dalam Kasus Suap PON Riau

Kamis, 12 Juli 2012 00:15 WIB

Sandi
ist

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Istilah apel Malang dan apel Washington untuk kata sandi rupiah dan dolar AS mencuat dalam kasus dugaan suap penganggaran proyek Kemenpora dan Kemendiknas yang melibatkan Anggota DPR, Angelina Sondakh.
Fenomena penggunaan kata sandi untuk merahasiakan uang suap juga merebak dalam kasus dugaan suap revisi pengesahan Perda No 6 Tahun 2010 tentang pembangunan lapangan tembak PON XVIII Riau. Kali ini istilah yang digunakan adalah "sapi".

Adalah Kepala Cabang PT Pembangunan Perumahan (PP) Pekanbaru Agung Nugroho Suyoto mengakui penggunaan istilah "sapi" saat menjadi saksi atas terdakwa Eka Dharma Putra dan Rahmat Syahputra di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Rabu (11/7/2012). Sidang itu dipimpin hakim Krosbin Lumban Gaol.

Dia menjelaskan, untuk proyek Stadion Utama Riau yang memiliki nilai di atas Rp 900 miliar, dirinya dan pihak rekanan lain bersepakat menyebutnya "sapi besar". Sedangkan untuk proyek fasilitas penunjang lainnya, termasuk lapangan menembak PON, disebut dengan "sapi kecil".

"Sapi besar itu sebutan untuk proyek Stadion Utama Riau," kata Nugroho.

Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan 5 orang saksi. Selain Nugroho, jaksa juga menghadirkan karyawan PT Adhi Karya Satria Hendri, karyawan PT PP Wagiman, karyawan PT Wijaya Karya, Anton Ramayadi, serta karyawan PT PP Tri Hambodo.

Dalam kesaksian Nugroho terungkap bahwa uang sebesar Rp 900 juta adalah untuk uang lelahnya para anggota DPRD Riau. Pihaknya sebagai bagian konsorsium (KSO) untuk Stadion Utama Riau, terpaksa meminjam uang ke CEO PT PP untuk proyek pembangunan Jembatan Siak IV. Sebab dana di proyek Stadion Utama Riau ini sedang kosong karena tagihan atau piutang atas pengerjaan proyek Stadion Utama Riau itu belum cair.

"Uang Sebesar Rp 900 juta untuk anggota DPRD, kami PT PP menyediakan uang sebanyak Rp 455 juta, yang dipinjam dari CEO PT PP, proyek pembangunan Jembatan Siak IV. Sedangkan sisanya ditanggung PT Adhi Karya sebesar Rp 316 juta dan PT Wijaya Karya Rp 126 juta," ujarnya.

Halaman123
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas