Naim Pengumpul Dana Jaringan Teroris di Indonesia

AB yang ditangkap bersama Naim, masih terus didalami keterlibatannya dalam aksi-aksi terorisme yang pernah ada.

Naim Pengumpul Dana Jaringan Teroris di Indonesia
Istimewa
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Naim terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Poso, Sulawesi Tengah, merupakan anggota teroris yang memiliki peran mengumpulkan dana dari jaringan-jaringan teroris yang ada di Indonesia untuk pelatihan militer di Poso.

"Kita masih telusuri keterkaitannya dengan jaringan lain. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ia adalah pengumpul dana dari tersangka teroris lainnya. Penghubung jaringan kelompok teroris  di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara," jelas Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2012).

Sementara untuk AB yang ditangkap bersama Naim, masih terus didalami keterlibatannya dalam aksi-aksi terorisme yang pernah ada. "Untuk AB masih terus dikembangkan keterkaitannya dengan jaringan lain," ucapnya.

Selain itu, Naim seorang terduga teroris asal Napu, Poso ini, seorang mediator atau penghubung antar kelompok teroris di Indonesia. Ia masuk dalam kelompok JAT Poso yang menerima dana dari Umar (kelompok Medan) untuk pendanaan pelatihan militer di Poso bersama DPO Santoso.

Naim juga penghubung antara kelompok Medan, Aceh, Solo, Lamongan, Kalimantan Timur, Jakarta, Bima untuk mengikuti pelatihan di Poso.

Dari penangkapan tersebut, Densus 88 mengamankan sebuah sepeda motor merk Jupiter warna hitam biru dengan nomor polisi DN 3594 YH dengan nama pemilik Imran asal Desa Labuan.

Seperti diketahui dua orang terduga teroris diamankan pihak Densus 88 kemarin sekitar pukul 07.25 WITA di depan pintu keluar pasar sentral Poso.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help