• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Demokrat tak Khawatir Kehilangan Donasi Bila Hartati Keluar

Sabtu, 14 Juli 2012 10:51 WIB
Demokrat tak Khawatir Kehilangan Donasi Bila Hartati Keluar
forbes
Hartati Murdaya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul menyatakan partainya tak khawatir kehilangan lumbung donasi pada Pilpres 2014 jika Anggota Dewan Pembina PD, Siti Hartati Tjakra Murdaya Poo alias Chow Li Ing yang diketahui donator pemenangan SBY pada Pilpres 2009 itu keluar dari PD. "Ah enggak. Masih ada si Poltak Raja Minyak dari Medan ini. Hahahah..," ucap Ruhut.

Menurut Ruhut, iuran anggota masih cukup untuk membiayai calon presiden (capres) dari PD pada Pilpres 2014 mendatang. "Kalau perlu, Si Poltak Raja Minyak turun tangan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, KPK telah melakukan pencegahan ke luar negeri kepada Hartati karena terkait kasus suap Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Ia disebut-sebut sebagai pemberi anjuran suap terkait penerbitan hak guna usaha lahan perkebunan sawit PT Hardaya Inti Plantations (HIP) dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM), perusahaan yang dimilikinya. Namun, Hartati membantahnya.

Menurut Ruhut, permintaan untuk Hartati juga karena dia adalah politisi yang potensial menggerus elektabilitas suara partai.

Meski Hartati adalah sahabatnya saat tergabung dalam tim sukses pemenangan SBY pada Pilpres 2009 lalu, Ruhut memastikan tidak akan membela jika sudah tersangkut kasus korupsi. "Hartati, Anas, aku, adalah pendukungnya Pak SBY. Tapi di situlah, mengapa Si Poltak itu disenangi rakyat, karena kalau bicara hitam yah hitam, putih yah putih. Semua itu untuk kebenaran," kata anggota Komisi III DPR itu.

(Abdul Qodir)

baca juga:

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
723411 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas