Selasa, 23 Desember 2014
Tribunnews.com

KPK akan Bikin Keturunan Koruptor Menderita

Sabtu, 14 Juli 2012 08:38 WIB

KPK akan Bikin Keturunan Koruptor Menderita
Tribunews.com/Edwin Firdaus
Bambang Widjojanto membantah Busyro Muqoddas dikucilkan, Minggu (8/1/2012) di kantor LSI.

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Komisi Pemberantasan Korupsi akan terus mengembangkan metode untuk memberi efek jera kepada koruptor. Pasalnya, KPK selama ini hanya fokus pada penanganan kasus, namun mengabaikan tujuan untuk membuat efek jera.

"Jadi kita bikin dia (koruptor) defisit. Kalau dia melakukan itu (korupsi), dia akan menderita bukan hanya kamu, tapi seluruh keturunannya akan menderita. Jadi yang dimiskinkan bukan hartanya, tapi derajadnya yang kita miskinkan," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat Lokakarya dengan media di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (14/7/2012).

Bambang menjelaskan, ada beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan. Ke depan, semua tahanan yang keluar dari sel wajib mengenakan baju tahanan KPK. Ada empat model yang telah disiapkan. "Karena enak-enak banget nih koruptor. Ditangkep masih bisa cengengesan," kata Bambang.

Bambang memberi contoh ketika KPK hendak menangkap Bupati Buol Amran Batalipu dalam kasus dugaan penyuapan pejabat di Buol terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan di Kecamatan Bukal, Buol. "Sebelum penangkapan betul-betul menghina penyidik KPK. Kalau orang luar masuk ke Buol, kelihatan betul dia orang luar. Dia (Amran) manggil-manggil "hei mas" (sambil melambaikan tangan). Begitu dikenakan upaya yang paling keras, langsung dia kuyu," ucapnya.

Upaya lain, lanjut Bambang, seluruh tersangka yang dibawa ke Jakarta dengan pesawat wajib keluar terminal bandara melalui jalur umum. "Selama ini kalau turunkan dari pesawat selalu tidak melalui umum. Saya bilang ke teman-teman pimpinan tidak ada lagi. Lakukan itu (dibawa) di tempat biasa supaya bisa dilihat umum kelakuan para koruptor. Dikasih baju tahanan lalu dihadapkan di depan umum supaya orang tau ini koruptor," kata dia.

Dalam lokakarya, diusulkan untuk menghadirkan tersangka dalam jumpa pers di KPK, memberi ruang bagi media untuk menyoroti tersangka ketika datang ke KPK, dan usulan lainnya."Jadi strategi komunikasi kedepan yang KPK ingin kembangkan yakni memberitahukan ke publik kalau Anda melakukan korupsi, ini (yang akan dialami)," ujar Bambang.

baca juga:

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas