• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

KPK Bidik Dugaan Markup Jembatan Kukar Roboh Tahun Lalu

Sabtu, 14 Juli 2012 16:20 WIB
KPK Bidik Dugaan Markup Jembatan Kukar Roboh Tahun Lalu
Tribun Tenggarong/DWI ARDIANTO
Jembatan Mahakam yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sore runtuh.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan studi kajian terkait runtuhnya Jembatan Kukar. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu penyebab kejadian tersebut.

"KPK buat studi untuk kasus rubuhnya jembatan itu," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (14/7/2012).

Ada beberapa alasan mengapa kajian terhadap jembatan itu dilakukan lembaga superbody tersebut. Bambang menegaskan, jembatan rubuh pada 26 November 2011 lalu itu seharusnya bisa bertahan berpuluh-puluh tahun. Sayangnya, jembatan itu rubuh dalam hitungan 10 tahun.

"Tapi kenapa umurnya hanya sampai sepuluh tahun," terang Bambang.

Bambang menduga, ada kemungkinan indikasi mark up dalam pembangunan jembatan tersebut. Selain mark up, kerugian negara bisa saja dilihat.

Tak hanya itu, dampak ekonomi dari kehadiran jembatan tersebut pasti sangat terasa oleh masyarakat sekitar.  Bisa dipastikan, katanya, perekonomian akan terhambat saat ini setelah tidak ada lagi jembatan.

"Harusnya itu juga bisa masuk di kerugian, termasuk dampak lingkungan dan perekonomian," tandasnya.

Jembatan Kukar runtuh pada 26 November 2011. Peristiwa ini menewaskan 24 orang dan belasan orang lainnya dinyatakan hilang. Akibatnya, tiga orang telah divonis terkait ambruknya jembatan Kutai Kartanegara itu.

Tiga orang yang telah divonis ini adalah Kabag Departemen Engineering Bukaka M Syahriar yang divonis 1 tahun 8 bulan.

Kemudian, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pemkab Kukar H Setiono yang divonis 1 tahun dan kuasa pengguna anggaran Pemkab Kukar almarhum Yoyo Suriana, yang telah divonis 1 tahun.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
724102 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas