• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Polda Pelajari Berkas Kasus Penyuapan Oknum Bea Cukai

Sabtu, 14 Juli 2012 15:41 WIB
Polda Pelajari Berkas Kasus Penyuapan Oknum Bea Cukai
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Warga negara asing asal Amerika Serikat, berinisial AN, dibawa ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (20/6/2012). AN tertangkap tangan oleh KPK bersama enam orang yang diduga pegawai Bea Cukai, terkait kasus suap pembebasan barang yang ditahan oleh Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya hingga saat ini masih mempelajari berkas kasus penyuapan oknum Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta yang sebelumnya dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri.

Sampai saat ini, polisi belum memanggil saksi-saksi untuk mendalami kasus tersebut.

"Kami sudah dapat pelimpahan dari Mabes Polri, tentang kasus yang melibatkan oknum bea cukai Bandara.  Karena berkaitan dengan penyuapan, berkas itu ditangani Krimsus," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/7/2012).

Namun ke depan tentu pihaknya akan menggali informasi dari saksi-saksi untuk mengungkap kasus yang melibatkan oknum bea cukai tersebut.

"Berkasnya masih kami pelajari dan didalami lagi. Nanti, tahap selanjutnya adalah memeriksa saksi. Belum ada pemanggilan terhadap siapapun terkait kasus ini," terang Rikwanto.

Sebelumnya KPK menangkap tangan tujuh orang di dua tempat berbeda. Pertama di bagian kargo Bandara Soekarno-Hatta dan satu lagi di tempat peristirahatan atau KM 13 tol Jakarta -Merak.

Di bandara tertangkap tangan pejabat setingkat kepala sub di bagian Kargo Bea dan Cukai berinsial W, dan dua dari pihak swasta berinisial E dan A.

Sedangkan di tempat peristirahatan jalan tol dilakukan tangkap tangan terhadap empat orang, A seorang warga AS, R , dan dua orang yang belum diketahui identitasnya. Namun, dua orang itu disinyalir seorang sopir dan seorang satpam. 

W diduga menerima uang terkait proses pengurusan dokumen barang-barang yang tertahan di Bea dan Cukai milik A warga negara Amerika dan perusahaan tempatnya bekerja.

KPK menduga ada pemerasan yang dilakukan W kepada A warga Amerika melalui perantara yang bernama E.  Berdasarkan keterangan sementara, barang-barang berupa peralatan gedung dan rumah milik A itu dibawa dari luar negeri ke Indonesia dan kemudian tertahan selama empat bulan di Bea dan Cukai. Untuk mengeluarkannya, A dimintai uang  Rp 150 juta.

A diduga memberikan uang sejumlah Rp150 juta kepada W, terkait dengan proses pengurusan dokumen barang-barang yang tertahan selama 4 bulan di Bea Cukai.

Kemudian, KPK melimpahkan berkas tersebut ke Mabes Polri. Selanjutnya, guna penegakan hukum lebih lanjut Mabes Polri melimpahkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

Klik Juga:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
724002 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas