• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Jakarta Deadlock

Senin, 16 Juli 2012 22:18 WIB
Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Jakarta Deadlock
net
Ilustrasi kongres

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kongres Ikatan Notaris Indonesia ( INI ) yang berlangsung Senin (16/7/2012) di Balai Sudirman, Jakarta berakhir deadlock. Ini merupakan deadlock kedua , setelah terjadi deadlock pada  kongres INI di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Anggota Presidium INI Firdhonald dalam rilis yang diterima Tribunnews.com menceriterakan, kongres tidak dapat diteruskan, karena ada pihak-pihak yang menjadi pengacau kongres. Ia menduga ada kepentingan di luar INI yang memiliki kepentingan dan berkeinginan kuat memanfaatkan notaris sebagai pijakan untuk pundi-pundi mencari uang.

Menurut Firdhonald, terjadi aksi pendudukan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menggagalkan kongres.  Pihak pengacau ini, menduduki ruang  sidang dan kemudian dijadikan tempat berorasi.  “Mereka membajak presidium dan memaksa Presidium tetap menggelar sidang sekalipun melanggar AD/ ART organisasi,” ujarnya.

Firdonald menyayangkan aksi orasi yang menduduki lokasi kongres ini diikuti oleh dua anggota presidium.  “Mereka menganggap sidang bisa dilanjutkan, sekalipun tanpa dipimpin oleh ketua Presidium,” ujarnya.

Namun, lanjut Firdhonald, berdasarkan aturan AD/ART organisasi sidang pemilihan ketua umum INI yang berhak memimpin sidang adalah ketua umum Presidium yang dibantu oleh sekretaris, dan bendahara presidium.

Untuk menghindari pertikaian, akhirnya Presidium memutuskan mencabut seluruh keputusan Presidium sekaligus membubarkan kongres pada Senin sore. “Presidium juga memutuskan untuk memberikan mandat kepada tujuh calon ketua umum untuk memimpin organisasi secara kolektif,” Firdhonald menjelaskan.

Kongres pemilihan calon Ketua umum INI sebenarnya merupakan kongres lanjutan di Yogyakarta yang juga mengalami deadlock  akibat dugaan politik uang.

“ Saya juga tidak tahu, mengapa ada pihak yang begitu ngotot sampai membabi buta untuk memaksakan diri untuk merebut kursi ketua umum INI. Sebegitu pentingkah menjadi ketua umum INI saat sekarang,” kata seorang notaris yang enggan disebut namannya.

Editor: Yulis Sulistyawan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas