• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

KPK Didesak Usut Aliran Dana Sandiaga Uno ke SBY

Selasa, 17 Juli 2012 00:36 WIB
KPK Didesak Usut Aliran Dana Sandiaga Uno ke SBY
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Desmon J Mahesa mendesak KPK menelusuri aliran dana pengusaha Sandiaga Uno ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat kampanye Pemilihan Presiden 2009 lalu.

"Ini bisa dikatakan melanggar Undang-Undang, termasuk Undang-Undang Pencucian Uang (money laundring). Ini pun berakibat jabatan SBY haram. Ini adalah ujian, apakah mereka (KPK) bisa membuktikan sebagai penegak hukum yang bisa dipercaya," kata Desmon kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/7/2012).

Untuk diketahui, PT Persada Capital Investama, salah satu perusahaan milik Sandiaga Uno, diketahui menyumbang dana sebesar Rp 3,5 miliar. Transaksi tersebut tercatat pada 25 Juni 2009.

Sementara, PT Saratoga Investama Sedaya, yang dimiliki Sandiaga Uno juga menyumbang Rp 4,17 miliar. Bukan hanya sekali, Saratoga tercatat beberapa kali mengirimkan sumbangan dana kampanye.

Setidaknya pada 25 Juni 2009 perusahaan ini mengirimkan dana sebesar Rp 400 juta sebanyak empat kali.

Tanggal 26 Juni PT Saratoga kembali mengirimkan uang sebesar Rp 400 juta sebanyak empat kali. Tanggal 29 Juni 2009 kembali mengirimkan Rp 400 juta dalam tiga kali transaksi atau senilai Rp 1,2 miliar.

Terkait aliran dana tersebut, kata Desmon, KPK harus mengusut apakah dana yang dialirkan itu berasal dari praktek bisnis hitam atau bukan. Sebab, kalau SBY mendapatkan dana dari bisnis hitam, maka hal ini melanggar aturan.

Terlebih lagi, kata anggota Komisi III DPR ini, tersangka kasus korupsi Muhammad Nazaruddin mengungkapkan keterlibatan pengusaha muda, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan.

Namun pengakuan Nazaruddin yang menyebut Sandiaga sebagai 'pengusaha muda' tidak pernah ditindaklanjuti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Informasi yang beredar pun menyebutkan, ada aliran dana dari Sandiaga ke partai pemenang Pemilu 2009 itu. Hal itu diperkuat dokumen laporan audit dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyebutkan Sandiaga menyumbang Rp1 miliar.

Transaksi Sandiaga tercatat pada tanggal 30 Juni 2009. Dalam kolom keterangan disebutkan alamat Sandiaga di Jalan Galuh 2 No 18 RT 3/1 Selong Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bukan hanya itu, Sandiaga juga menyumbang kampanye pemenang Pemilu 2009 ini lewat sejumlah perusahaannya.

KLIK JUGA:

Penulis: Willy Widianto
Editor: Anwar Sadat Guna
6 KOMENTAR
730922 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Emilia Tan-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    ironis adalah ketika pemimpin gerindra yang melakukan pelanggaran HAM menuduh soal money laundring dan korupsi. KPK juga pasti sudah bergerak jika isu tersebut benar.
  • Alvin Pratama-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    Gerindra terlalu mengada2 dan berusaha menciptakan kondisi untuk memojokkan SBY. Ngapain meributkan isu yang bukti nya saja tidak ada.
  • Alia Rumadi-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    kalo emang bener, KPK juga pasti udah usut kasus ini kok, ngapain sih Gerindra pake ribut segala? lagian ngapain teriak2 korupsi kalo pemimpinnya aja pelanggar HAM
  • Robi Zulkarnaen-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    Kalau benar ada indikasi pasti sudah diungkap oleh kpk. KPK tidak pandang bulu dalam mengungkap kasus korupsi, terbukti partai demokrat dan besan SBY sendiri tidak lepas dari pemeriksaan korupsi. Gerindra jangan menhembuskan isu yang tidak benar.
  • hermina sujono hadi-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    andaikata ada BUKTI, KPK PASTI MUDAH
    MENGUSUTNYA...kalau itu CUMA KATA-
    NYA...SIAPAPUN PENEGAK HUKUM-NYA, PASTI
    AKAN KESULITAN TUJUH KELILING...
  • budi santoso-Selasa, 17 Juli 2012 Laporkan
    percuma aja berharap pd
    kpk, segera serahkan ke
    pengadilan rakyat n revolusi
    total bila sby serta
    antek2nya terlibat money
    laundry.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas