Selasa, 31 Maret 2015
Tribunnews.com

Ini Penjelasan Penetapan Awal Puasa dan Idulfitri 1433H

Rabu, 18 Juli 2012 03:10 WIB

Ini Penjelasan Penetapan Awal Puasa dan Idulfitri 1433H
TRIBUN KALTIM - BALIKPAPAN/FACHMI RACHMAN
Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Balikpapan, Saifi mencoba melihat hilal dengnan Theodolit Ketinggian milik BMKG Balikpapan di Gunung Dubbs Komplek Pertamina Balikpapan, Senin (29/8/2011). Menurut Perhitungan BMKG Kota Balikpapan Hilal di Kota Minyak yang dilakukan hari ini akan terlihat pada pukul 18.12 WITA di ketinggian 1,9 derajat, dengan lebar sabit 0.1 dan panjang sabit 0,0001 dengan lama hilal 7,6 menit. Namun Tim Rukyat Kota Balikpapan yang diketuai oleh Kepala Kantor Wilayah Agama Balikpapan yang sejak pukul 17.00 Wita telah mencoba melakukan pemantauan hilal berdasarkan hitungan BMKG hingga pada pukul 18.12 Wita tidak melihat tanda tanda adanya hilal. Salah satu penyebabnya mereka gagal melihat hilal adalah faktor cuaca yang tidak mendukung.

Laporan Wartawan Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pelaksanaan ibadah puasa atau awal Ramadan 1433 H di Indonesia dipastikan akan dimulai, Sabtu (21/7/2012).

Namun sebagian umat Islam di Indonesia juga akan mulai melaksanakan ibadah puasa pada Jumat (20/7/2012). Walau berbeda, penetapan 1 Syawal dipastikan akan bersamaan, yakni jatuh pada 19 Agustus 2012.

Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba), Tb Hadi Sutisna, mengatakan, berdasarkan perhitungan, pada 19 Juli mendatang hilal (tinggi bulan) saat matahari terbenam masih kurang dari 2 derajat.
Pemerintah berpegang pada aturan, yakni bila kurang dari 2 derajat, bilangan hari digenapkan jadi 30 hari, artinya pemerintah kemungkinan besar akan menetapkan hari pertama puasa pada 21 Juli 2012.

"Memang seperti yang sudah kita ketahui, Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa awal Ramadan jatuh pada Jumat, 20 Juli 2012. Namun pemerintah yang nanti akan dibahas dalam sidang Isbat dipastikan akan memulai Ramadan pada Sabtu," kata Hadi saat ditemui pada acara Seminar "Memahami Hilal Ramadhan 1433 H" yang digelar Jurusan/Prodi Peradilan Agama Fakultas Syariah Unisba di Student Center Jalan Taman Sari, Selasa (17/7/2012).

Menurut dia, ada perbedaan penetapan karena memang masing-masing sudah mempunyai dasar atau dalil untuk menetapkan awal Ramadan.

Muhammadiyah, kata dia, mengacu pada wujudul hilal yang berpedoman pada QS Yunus ayat 5, sedangkan pemerintah berpegangan pada metode imkan al rukyat, yakni tinggi hilal di atas ufuk minimal dua derajat.

Halaman1234
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas