• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kejaksaan Buktikan Bisa Tangkap Buronan Kasus Korupsi

Minggu, 22 Juli 2012 21:02 WIB
Kejaksaan Buktikan Bisa Tangkap Buronan Kasus Korupsi
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Jaksa Agung Basrief Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung Basrief Arief mengapresiasi kinerja tim monitoring buronan kasus korupsi, yang membantu tim kejaksaan mengamankan 30 terpidana dan tersangka kasus korupsi selama beberapa bulan terakhir.

Ditemui usai penutupan Hari Bhakti Adhyaksa di Kantor Kejaksaan Agung, Minggu (22/7/2012), Basrief mengatakan keberhasilan tim monitoring salah satunya disebabkan tim yang diisi orang-orang mumpuni,

"Kalau tidak kredibel, masuk angin barang itu," katanya.

Sejumlah tangkapan Kejagung antara lain:

1. Mantan Direktur Badan Penyelenggara (Bapel) Jaringan Pemelihara Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKM) Jawa Timur Rasidi Isom (41), terpidana kasus korupsi dana kompensasi PKPS-BBM Bidkes Jawa Timur 2004, pada 15 Juli lalu.

2. Mantan Kepala Bidang (Kabid) Komersil Perum Bulog Riau Muhammad Safei Matondang, terpidana kasus korupsi kerja sama operasi (KSO) pelaksanaan dan pengolahan tandan buah segar kelapa sawit, antara Perum Bulog dan PT Rezeki Cipta Ilahi senilai Rp 9,3 miliar, pada 17 Juli lalu

3. Buronan kasus korupsi Rp 50 miliar Bank BNI Jakarta Selatan Faisal Amsir, pada 6 Juni lalu.

4. Terpidana kasus penggelapan sertifikat Mal Boulevard Indah Manado Sutanto Adrian dan istrinya, Lenny Rompis, pada 9 Juli lalu.

Penangkapan para buronan penggondol uang negara, menurut Basrief, bisa menjawab tanda tanya mengenai kinerja kejaksaan dalam menegakkan hukum.

"Kami bisa juga melakukan penangkapan, tentunya dalam wilayah Indonesia. Kalau di luar (negeri), tentu terkait masalah hubungan kerja sama antar-negara, dan tentunya ada proses yang berbeda," imbuhnya.

Basrief juga berjanji meningkatkan kinerja kejaksaan, termasuk dalam segi pendidikan, untuk meningkatkan efektivitas monitoring tersangka maupun terpidana korupsi.

Tim monitoring, jelas Basrief, berbeda dengan tim pemburu koruptor yang diketuai Wakil Jaksa Agung Darmono, dan beranggotakan Polri, Kementerian Hukum dan HAM, serta sejumlah institusi lain, yang belum lama ini sukses menyeret buronan BLBI Sherny Konjongian ke Tanah Air. (*)

BACA JUGA

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yaspen Martinus
0 KOMENTAR
750432 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas