Selasa, 30 Juni 2015
Tribunnews.com

Misbakhun Tuntut SBY

Minggu, 29 Juli 2012 04:20 WIB

Misbakhun Tuntut SBY
Rahmad Hidayat/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Begitu dibebaskan Mahkamah Agung (MA) dari rekayasa pemalsuan letter of credit (L/C) Bank Century, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Misbakhun balik menggugat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY.

Sebelum mencatatkan tuntutan secara resmi, PKS menyarankan para pihak yang sebelumya menuding Misbakhun memalsu dokumen L/C perusahaan sendiri, PT Selalang Prima International (SPI) di Bank Century senilai 22,5 juta dolar AS, secepatnya meminta maaf.

"Pihak-pihak yang pernah menuding Misbakhun selama ini, sebaiknya minta maaf dan mengaku salah," tegas Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal di Jakarta, Sabtu (28/7).

Apakah termasuk presiden yang ikut memberi komentar terkait putusan hakim dulu? "Saya tidak sebut satu per satu. Semuanya harus minta maaf," kata Mustafa.

Misbakhun dibebaskan MA, 5 Juli 2012. Majelis Peninjauan Kembali (PK) MA yang diketuai Artidjo Alkostar dengan hakim anggota Mansyur Kertayasa dan Zaharuddin Utama mengabulkan PK yang diajukan Misbakhun.

Putusannya, Misbakhun bebas dari dakwaan surat palsu dalam pengajuan L/C perusahaannya di PT Bank Century. Sebelumnya, Misbakhun dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2010 lalu karena terbukti memalsukan pencairan deposito dalam penerbitan L/C Bank Century.

Misbakhun dan Frangky Ongkowardjojo, petinggi PT SPI divonis setahun penjara karena melakukan pencatatan dokumen palsu di bank terkait pengajuan L/C ke Bank Century sebesar 22,5 juta dolar AS.

Halaman1234
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas