• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Benarkan Kampanye Bawa Isu SARA, Rhoma Irama Dikritik

Senin, 30 Juli 2012 17:47 WIB
Benarkan Kampanye Bawa Isu SARA, Rhoma Irama Dikritik
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), dan Nachrowi Ramli (kanan), saat melakukan kampanye terbuka di Syadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu (30/6/2012), bersama musisi senior Rhoma Irama (tengah). Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli maju dalam pilkada DKI Jakarta 2012, dengan nomor urut 1. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik, Ray Rangkuti, mengatakan kampanye SARA dalam Pilkada DKI Jakarta merupakan kemunduran demokrasi.

"Pengakuan atas perbedaan diatas SARA memang penting. Tapi tujuan pengakuan itu bukan bukan untuk membuat kotak-kotak tapi sebaliknya untuk saling menghormati dan saling toleran," kata Ray dalam rilisnya ke Tribunnews.com, Senin (30/7/2012).

Ditegaskan pengakuan atas SARA dalam kerangka pengkotan merupakan penghinaan atas Kebhinnekaan. Lebih-lebih, lanjut Ray,  jika hal itu dimaksudkan untuk kepentingan politik, jauh lebih mundur.

"Pengkotakan publik berdasar SARA atas nama demokrasi jauh lebih tidak pas. Jelas demokrasi dibuat justru untuk menghilangkan kotak-kotak SARA itu demi kebaikan bersama," katanya.

Ray menegaskan orang harus diajak untuk masuk pada ikatan-ikatan kepentingan bersama. Ikatan-ikatan yang menjamin bagi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih terbuka, anti korupsi, berorientasi kesejahteraan dan didasarkan keadilan sosial.

"Dalam rangka itulah demokrasi menjadi penting. Bukan sebaliknya, demokrasi dijadikan sebagai alat diskriminasi SARA. Karena beda suku, agama, ras maka seseorang dianggap tak layak memimpin. Itu pembodohan makna demokrasi," katanya.

Menurut dia, jelas sikap seperti itu bukan menunjukan adanya demokrasi, tapi sebaliknya berkembangsuburnya sikap anti demokrasi dengan membonceng demkrasi.

"Mereka menyebut transparansi, tapi menepikan prinsip demkrasi yg lain yakni meniadakan prasangka sara dan menempatkan semua manusia sama. Hanya cita-cita dan perilaku sosiallah yang membuat mereka layak dipilih sebagai pemimpin atau hanya sebagai rakyat biasa," kata Ray.

Dikatakan dengan cara pandang seperti itu, kampanye SARA dalam pemilu/pilkada, sejatinya, tak dapat dibenarkan. "Karena ia tak membangun prinsip-prinsip umum demkrasi, dan juga membuat pertimbangan-pertimbangan rasional, kebangsaan dan keadaban makin terpinggirkan," kata Ray.

Menurut Ray, jika penyanyi dangdut  Rhoma Irama melihatnya dalam kaca mata sepert ini dia  yakin Bung Rhoma akan kampanye untuk memilih pemimpin bukan atas dasar SARA tetapi atas dasar kepentingan membangun Jakarta yang lebih baik, manusiawi dan berkeadaban.

Sebelumnya, Kompas.com menulis, raja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan tim kampanye pasangan calon gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menuturkan, kampanye yang mengusung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dibenarkan. Hal ini disampaikannya saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012).

"Di dalam mengampanyekan sesuatu, SARA itu dibenarkan. Sekarang kita sudah hidup di zaman keterbukaan dan demokrasi, masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka," kata Rhoma Irama.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Willy Widianto
16 KOMENTAR
777902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • martha_iskandar-Selasa, 14 Agustus 2012 Laporkan
    Bukankah negara kita negara demokrasi? Kita juga kan tdk dlm masa zaman nabi tooh?
  • mat sani-Kamis, 2 Agustus 2012 Laporkan
    Masa PANWASLU gak berkutik mengatasi kampanye SARA, yg sdh jelas2 dilontarkan oleh Rhoma irama & Ruhut ,jadi percuma dong ada peraturan pilkada, lebih baik PANWASLU dibubarkan saja karena jelas2 mandul, warga benar2 sdh muak
  • Banen-Kamis, 2 Agustus 2012 Laporkan
    Masa PANWASLU gak berkutik mengatasi kampanye SARA, yg sdh jelas2 dilontarkan oleh Rhoma irama & Ruhut ,jadi percuma dong ada peraturan pilkada, lebih baik PANWASLU dibubarkan saja karena jelas2 mandul, warga benar2 sdh muak
  • Dwi-Kamis, 2 Agustus 2012 Laporkan
    Sebenernya sih w netral tp Gw makin lama makin empet aja ngeliat sepak terjang si Foke & timses nya yg menghalalkan segala cara u kampanye jadikan makin keliatan tuh kebusukan2nya yg gak berbobot
  • Nawi-Kamis, 2 Agustus 2012 Laporkan
    Gw kira selama ini kampanye berbau SARA itu hanya sebuah isu, eh ternyata sekarang terbukti benar ada,aparat harus nya tegas segera bertindak kpd pelaku sebelum hal ini bisa berkembang menjadi masalah perpecahan yg lebih besar lagi
  • si tukang sindir-Rabu, 1 Agustus 2012 Laporkan
    rhoma rhomaa,,
    kasihan banget sih loe, mentang mentang udah gak laku nyanyi, mentang mentang pernah pergi ke mekah trus bawa bawa isu sara dalam kampanye. mungkin gajinya gede kali ya kalo pake isu sara, lumayan gede buat kawin lagi.
    dasarr tukang cabul a
  • nyentrixs bget-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    terima orderan jdi jurkam,topik sesuai permintaan pengorder,smakin gede bayaran ,pting bpk snang,apapun kita lakukan....heheheheh..TERLAALUU...!!!
  • Indra Tj-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    roma ..... sadar ini bualan Ramadhan ...... jng jadikan bulan ini bulan untuk membuat sara kepada umat....
  • Masri Hasyim-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    Bener bangat Bung Roma, ane dukung 2000 persen deh. Bung Roma udah senior dalam urusan politik, Ray Rangkuti kan anak baru kemaren tau apa dia urusan politik dan urusan sara, gue gak nyesel pilih FOKE, hidup FOKE hidup Jakarta.
  • Wahyu Os-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    orang yg bodoh aja tau kalau SARA G bijak banget di bawa k politik,apalagi orang yg udah haji ko bisaberpendapat sprti itu,dasar islamnya ktp..sglnya di halalkan
  • merdeka!!!!-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    Bang haji klo di ajak ngomong politik
    mana tahu dia.... Klo di ajak ngomong
    poligami baru dia engeh.....
  • petroy-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    Ketahuan paniknya si foke...segala cara dihalalkan. Rhoma Irama??? Gak ada bedanya dg penjahat kelamin...
  • Deny rustandy-Senin, 30 Juli 2012 Laporkan
    Justru Ray rangkuti lah yang sudah sok
    tau dalam bidang politik atau
    kampanye
    kenapa di daerah atau di negara" di
    adakan kampanye
    1 untuk mengenal calon atau wakil
    calon
  • Satrio Wibowo-Senin, 30 Juli 2012 Laporkan
    ga nyesel kemaren nyoblos JOKOWI...................
  • NetraL-Senin, 30 Juli 2012 Laporkan
    begitu dangkalnya pengetahuan bang Rhoma tentang Demokrasi....Mending Diam ajja...bela tu Foke....!!
  • eka blacklight-Senin, 30 Juli 2012 Laporkan
    anarkisme adalah jawaban.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas