• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hartati Datang ke KPK Atas Kemauan Sendiri

Senin, 30 Juli 2012 14:24 WIB
Hartati Datang ke KPK Atas Kemauan Sendiri
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pengusaha sekaligus politisi Partai Demokrat, Hartati Tjakra Murdaya, usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Amran Batalipu oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Jumat (27/7/2012). Hartati diperiksa selama 12 jam, terkait dugaan suap pengurusan izin hak guna usaha (HGU) usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hartati Murdaya kembali mendatangi KPK hari
ini, Senin 30/7/2012. Kedatangannya kali ini diklaimnya bukan karena panggilan KPK tapi karena kemauan sendiri.

"Saya bukan dipanggil, saya datang mau memberikan penjelasan sejelas-jelasnya," tutur Hartati sesaat setelah tiba di Gedung KPK.

Hartati mengatakan bahwa keterangan yang ia ungkapkan sebagai saksi pada 27 Juli 2012 lalu belum cukup dan masih ada hal yang harus disampaikan.

Meskipun begitu, ia mengaku tak membawa bukti berupa dokumen. "Bukan dokumen, tapi bukti fakta aja," jelas anggota dewan pembina Partai Demokrat ini.

Hartati diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kepengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah.

Hartati dijadikan saksi karena merupakan pemilik PT Hardaya Inti Plantation dan Cipta Cakra Murdaya (Berca Grup), perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap tersebut.

Hingga saat ini, KPK menetapkan Bupati Buol Amran Batalipu serta dua anak buah Hartati yakni, Yani Anshori, Manajer PT Hardaya Inti Plantation dan Direktur HIP Gondo Sudjono sebagai tersangka dalam kasus suap ini.

Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
776701 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas