• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Polri Tak Temukan Proyektil di Tubuh Angga

Senin, 30 Juli 2012 14:38 WIB
Polri Tak Temukan Proyektil di Tubuh Angga
SRIPOKU.COM/SUTRISMAN DINAH
Masjid dimana siswa Madrasah Tsanawiyah, Angga Prima (13) jatuh ditembak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Angga Prisma bin Darmawan (13), bocah yang tewas dalam bentrokan antara Brimob dengan warga di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (27/7/2012) sekitar pukul 16.00 WIB dengan luka di bagian kepala masih teka-teki.

Benarkah bocah malang tersebut tewas terkena peluru aparat atau terkena benda tajam?

Informasi terbaru dari Mabes Polri, bila dalam tubuh Angga setelah dilakukan proses autopsi ternyata tidak ditemukan proyektil. "Kita tidak temukan proyektil pada jenazah," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2012).

Selain itu, menurut Agus bahwa posisi jenazah pada saat kejadian berada jauh dengan lokasi tempat anggota brimob berjibaku dengan warga.

Karena dari tubuh korban tidak ditemukan proyektil, maka ada kemungkinan Angga tewas akibat benda tajam.

"Prediksi sementara yang bersangkutan terkena benda tajam karena memang melukai. kalau peluru belum pastikan, karena tidak ditemukan ada proyektilnya dalam tubuh korban," ungkap Agus.

Peristiwa tertembaknya seorang anak di Ogan Ilir diawali dengan hilangnya sejumlah pupuk milik PTPN VII rayon 3 pada 17 Juli 2012, kemudian pihak kepolisian melakukan penelusuran ke tempat-tempat yang diduga disembunyikan pupuk, sambil mengadakan patroli dialogis ke warga desa.

Setelah itu, iring-iringan kendaraan polisi yang sedang berpatroli tiba-tiba diserbu warga, menggunakan senjata tajam dan lemparan batu, sampai pada akhirnya anggota kepolisian pun melakukan tindakan pengamanan dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum.

Akibat kejadian itu, tiga orang dinyatakan luka parah yakni Farida (35) mengalami luka tembakan di lengan bawah kiri, Rusman bin Alimin (37) mengalami luka tembak di bagian rusuk, dan Yarman (47) mengalami luka tembak di tangan.

Ketiganya dirawat di Puskesmas Tanjung Batu. Sementara, Angga (13) meninggal di tempat tertembak di bagian kepala.

Peristiwa tersebut terjadi buntut dari sengketa lahan PTPN VII Cinta Manis dengan warga. Sejak bentrok warga dengan aparat kepolisian di PTPN VII, polisi terus melakukan patroli guna pengamanan dan sosialisasi kepada warga.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
776822 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas