• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Hartati Pernah Menerima Telepon dari Bupati Buol

Selasa, 31 Juli 2012 05:30 WIB
Hartati Pernah Menerima Telepon dari Bupati Buol
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Siti Hartati Tjakra Murdaya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bos PT Hardya Inti Plantation (HIP) Siti Hartati Tjakra Murdaya, mengaku pernah berkomunikasi melalui saluran telepon dengan Bupati Buol Amran Batalipu.

Namun, itu dilakukan setelah ada anak buah Hartati yang menyerahkan telepon kepadanya.

"Saya tidak pernah telepon-teleponan langsung. Tapi, ada orang telepon, lalu diberikan ke saya," ujar Hartati seusai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gondo Sudjono, di Kantor KPK, Jakarta, Senin (30/7/2012) malam.

Hartati menjelaskan, pembicaraannya dengan Amran bersifat diplomatis. Istri Murdaya Poo juga menyatakan tidak membicarakan sesuatu hal yang bersifat khusus, seperti urusan bisnis.

"Saya tidak ngomong apa-apa,” cetusnya.

Pengusaha papan atas Indonesia juga mengaku pernah bertemu dengan Amran di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Namun, Hartati kembali menegaskan tidak banyak melakukan pembicaraan.

"Bukan pertemuan, tapi bertemu aja di lobi dan tidak banyak berbicara," terang pengelola Pekan Raya Jakarta.

Terkait lamanya waktu pemeriksaan, Hartati menjelaskan bahwa ia menjawab pertanyaan secara tertulis.

Hartati menyimpulkan, dari munculnya kasus ini, perlu adanya perbaikan sistem manajemen kekuasaan dan perizinan.

Sementara, Patra M Zein, pengacara Hartati menuturkan, pemeriksaan hari ini lebih kepada penjelasan secara mendalam oleh kliennya kepada KPK.

"Ibu Hartati menganggap pada pemeriksaan Jumat (27/7/2012) lalu ada penjelasan yang belum sempat disampaikan. Makanya sekarang ia sampaikan agar jelas semuanya," papar Zein.

Menyangkut materi pemeriksaan, Patra enggan berkomentar. Patra hanya menyatakan, kliennya ingin dugaan kasus ini diungkap secara terang-benderang.

Kasus ini mencuat setelah KPK menduga ada pemberian suap sekitar Rp 3 miliar kepada Bupati Amran Batalipu, terkait pengurusan izin HGU perkebunan kelapa sawit di kawasan Buol, untuk PT HIP.

Amran telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Adapun dua petinggi di PT HIP, yakni Gondo Sudjono dan Yani Ansori, ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. (*)

BACA JUGA

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
779361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Yefta Hidayat-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    pengakuan Hartati ini mudah-mudahan bisa semakin membuka kasus ini. KPK jangan berhenti ungkap kasus ini.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas