• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Polri Akui KPK Selangkah Lebih Maju

Selasa, 31 Juli 2012 11:43 WIB
Polri Akui KPK Selangkah Lebih Maju
Istimewa
Boy Rafly Amar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--KPK dan Bareskrim Polri sama-sama menemukan dugaan korupsi pengadaan alat simulasi kemudi mobil dan motor SIM di Korlantas Polri. Namun, KPK selangkah lebih dulu dalam menangani kasus ini.

"(Di Bareskrim) Masih dalam konteks penyelidikan. Dari pihak KPK sudah ada langkah penyidikan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Kombes Pol Boy Rafli Amar usai jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2012).

Diketahui, KPK sendiri lebih dulu menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan ini, yakni Mantan Dirlantas dengan inisial DS pada hari Jumat, 27 Juli 2012 kemarin.

Sedangkan, Polri masih dalam taraf penyidikan dengan memeriksa sebanyak 35 orang untuk dimintai keterangan.

Meski demikian, Boy Rafli mengatakan tidak ada persoalan jika memang KPK telah lebih dulu menetapkan DS sebagai tersangka. Lagipula, lanjutnya, pihaknya dengan KPK telah melakukan MoU untuk saling membantu dalam rangka penegakan hukum.

"Mungkin dari kami nanti pokok perkaranya beda dan fokusnya berbeda," kata Boy.

Meski sempat terjadi kesalahpahaman ketika melakukan penggeledahan di Korlantas Mabes Polri Selasa dini hari tadi, Boy yang mewakili Polri memberikan keleluasaan kepada KPK untuk terus mengusut kasus ini.

Sebelumnya, KPK diam-diam telah menyelidiki dugaan korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2011. Sejak Senin (30/7) sore kemarin, tim KPK bergerak cepat melakukan penggeledahan di Markas Korlantas Jalan MT Haryono sampai Selasa dini hari.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, penggeledahan itu tindaklanjut dari peningkatan status penyelidikan kasus ini ke penyidikan sejak tanggal 27 Juli 2012 lalu, dengan tersangka seorang mantan Dirlantas Polri, inisial DS.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Rachmat Hidayat
0 KOMENTAR
780131 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas