• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Polri Bantah Halangi Penggeledahan KPK di Gedung Korlantas

Selasa, 31 Juli 2012 08:12 WIB
Polri Bantah Halangi Penggeledahan KPK di Gedung Korlantas
Adi Suhendi/Tribunnews.com
Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Anang Iskandar

TRIBUNNEWS.COM - Mabes Polri berjanji akan mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik kasus dugaan korupsi yang menimpa seorang petinggi Polri berinisial DS.

"Prinsipnya kami mendukung langkah KPK," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anang Iskandar kepada wartawan, Selasa (1/8/2012).

Menurut Anang, saat penggeledahan di Gedung Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, tidak ada maksud pihak kepolisian melakukan upaya menghalang-halangi penyitaan sejumlah dokumen yang dibawa KPK dari gedung Korlantas. "Bukan menghalang-halangi, tapi karena kami juga masih menangani kasus tersebut," ujar Anang.

Anang mengatakan, sebenarnya Mabes Polri juga sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus simulator SIM tersebut. Sudah ada 32 saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Sehengga tentu Polri dan KPK akan saling berkoordinasi terkait penanganan kasus tersebut. "Sekarang masih berjalan, makanya masih dikoordinasikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejak Senin (30/7/2012), KPK melakukan penggeledahan di markas Korlantas Polri, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM. Guna mendalami kasus yang melibatkan petinggi Polri berinisial DS ini, tiga pimpinan KPK ikut mengawal anak buahnya melakukan penggeledahan.

"Selain saya (Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas), ada AS (Ketua Abraham Samad), BW (Wakil Ketua Bambang Widjojanto) dan Dirdiklitut (Direktur Penuntutan yang merangkap sebagai Plt Direktur Penyidikan Warih Sadono)," kata Busyro.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Dodi Esvandi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
779561 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Eko-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    Saya setuju...
    Demi kemajuan Indonesi,kita hruz brantas smua ksus ksus korupsi di Negara kita...
    Dan slalu pikirkan Rakyat kecil.
  • Asep Semedi-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    Kalo Polri yang menyelidi, kemungkinan besar yg jadi tersangka akan di-pilah2 dulu, jadi ga akan obyektif hasilnya, masa JERUK makan JERUK sih
  • daling dr-Selasa, 31 Juli 2012 Laporkan
    SAYA MASIH BLM PERCAYA 100% DENGAN KEPOLISIAN NYATANYA DALAM PEMERIKSAAN TERSEBUT MASIH DIKAWAL DENGAN PETINGGI KPK JD NDAK USAH PURA PURA KERJASAMA DGN KPK,....BOONG LO.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas