• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Tribunnews.com

Giliran Wakakorlantas Brigjen Didik Purnomo Dibidik KPK

Rabu, 1 Agustus 2012 19:40 WIB
Giliran Wakakorlantas Brigjen Didik Purnomo Dibidik KPK
KOMPAS.com/VITALIS YOGI TRISNA
Gedung Korps Lalu Lintas (Korlantas), di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/7/2012). KPK menyidik dugaan kasus suap dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil senilai Rp 196.87 miliar.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo dicegah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar negeri.

Hal itu dilakukan guna kepentingan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator mengemudi untuk ujian surat izin mengemudi (SIM) di Korlantas Polri tahun anggaran 2011.

Didik yang dicegah keluar negeri bersama mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo dibidik KPK sebagai tersangka selanjutnya dalam kasus sama.

Dalam surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) kasus korupsi simulator mengemudi yang diterbitkan tanggal 27 Juli 2012 tertulis Irjen Pol Djoko dan kawan-kawan.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bambang Widjojanto, mengungkapkan, kalimat kawan-kawan yang dimaksud yakni Brigjen Pol Didik, Sukotjo Bambang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia, dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

"DS dan kawan-kawan, kawan peserta. Ada BS, SB, DP," kata Bambang di sela-sela acara buka puasa bersama dengan wartawan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Menurut Bambang, ketiga nama yang disebutkan diduga ikut serta dalam kasus dugaan korupsi dan mark up pengadaan simulator di Korlantas Polri.

Bambang menambahkan, ekspose kasus yang dilakukan komisinya telah memutuskan nasib ketiga orang tersebut.

Namun, KPK enggan mengungkapkan status hukum Brigjen Didik maupun kedua bos perusahaan penyedia simulator mengemudi yang bermitra dengan Korlantas Polri.

"Kawan-kawan itu bisa bersama-sama, bisa tidak, tetapi dalam ekspose sudah diputuskan. Tapi belum bisa dikemukakan," kata Bambang.

Sementara, di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Warih Sadono menguatkan keterlibatan Brigjen Didik Purnomo.

Menurut Warih, Didik selaku kolega peserta, bersama Irjen Pol Djoko, bisa ikut diproses hukum.

"Kawan peserta, orang-orang yang bisa diminta pertanggungjawabannya secara pidana," papar Warih yang juga menjabat Direktur Penuntutan KPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Djoko Susilo diduga menyalahgunakan kewenangannya hingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 100 miliar dalam proyek pengadaan simulator untuk ujian SIM senilai Rp 189 miliar.

Djoko yang kini menjabat Gubernur Akpol diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perwira polisi berpangkat bintang dua itu terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun.

KLIK JUGA:

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
785741 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas