Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

Polri Bantah Pejabatnya Dapat Suap Proyek Simulator SIM

Rabu, 1 Agustus 2012 20:36 WIB

Polri Bantah Pejabatnya Dapat Suap Proyek Simulator SIM
DOK
Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Irjen Pol Djoko Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institusi Polri saat ini sedang terguncang, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan jenderal polisi bintang dua menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan suap dalam proyek pengadaan alat simulator ujian praktek pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan bahwa pihak Mabes Polri sudah melakukan investigasi pada bulan maret 2012 lalu terkait informasi dugaan suap terhadam tim Irwasum Polri dan beberapa pejabat polri lainnya dalam kasus Simulator SIM.

"Kita sudah sampaikan juga bahwa itu tidak benar. Pemberian uang sebagaimana yang disampaikan tadi oleh teman wartawan itu tidak benar itu dari investigasi yang kita dapat," ungkap Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2012).

Kemudian adanya suap uang miliaran rupiah dari Bambang Sukotjo kepada sejumlah pejabat Polri pun dibantah Agus. Menurutnya, sesuai hasil investigasi dari tim yang dibentuk Mabes Polri tuduhan tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

"Jadi hal-hal yang disampaikan itu berdasarkan hasil investigasi yang kita dapat, sampai saat ini belum bisa dibuktikan, apabila ada keterkaitan dengan masalah yang sedang ditangani baik KPK maupun Bareskrim silakan informasikan pasti ditindak lanjuti," ungkap Agus.

Kasus ini pertama kali mencuat saat Bambang Sukotjo, direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, membeberkan adanya dugaan suap proyek pengadaan simulator SIM pada Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Bambang terang-terangan menyebut ada suap dari perusahaan pemenang tender pengadaan simulator 2011, kepada pejabat Korlantas Polri bernisial DS sebesar Rp 2 miliar.

Tak hanya dugaan suap, dalam keterangannya dalam artikel sebuah media terkemuka Tanah Air, Bambang pun membeberkan adanya praktek mark up dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil di institusi Polri tersebut.

Seperti diketahui, sebuah perusahaan bernama PT Citra Mandiri Metalindo berhasil memenangi tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar pada 2011.

Ayo Klik:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas