Rabu, 27 Mei 2015
Tribunnews.com

KPK Dalami Keterlibatan Gubernur Riau dan Anggota DPR

Jumat, 3 Agustus 2012 21:18 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Gubernur Riau dan Anggota DPR
/Theo Rizky
Seorang petugas memperlihatkan perangko PON 2012 di Kantor PT Pos Indonesia Cabang Pekanbaru, Riau, Jumat (3/8/2012). Perangko tersebut menampilkan enam cabang olahraga yang menjadi unggulan di Provinsi Riau. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus mendalami kasus dugaan suap revisi Perda Nomor 6 tahun 2010 tentang venue menembak PON di Riau. Karena itu, informasi yang terungkap dari proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, KPK akan menindaklanjuti.

Seperti, adanya indikasi keterlibatan Gubernur Riau, Rusli Zaenal dan sejumlah anggota DPR RI dalam kasus tersebut.

"Semua keterangan baik saksi dari terdakwa akan ditindaklanjuti KPK, apakah pengakuan itu validasi bukti-bukti pendukung," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8/2012) malam.

Namun, lanjut Johan, bukan berarti pihaknya segera memanggil orang-orang yang disebutkan dalam persidangan tersebut.

"Validasi informasi, tidak serta-merta harus memanggil orang-orang tadi," tegasnya.

Seperti diketahui, saat bersaksi untuk tersangka Eka Dharma Putra dan Rahmat Syahputra di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (2/8), saksi Lukman Abbas, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau (Dispora), menyebutkan, ia menyerahkan uang 1.050.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir, anggota Komisi X DPR dari Partai Golkar.

Penyerahan uang merupakan langkah permintaan bantuan PON dari dana APBN Rp 290 miliar.

Halaman12
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas