• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Menkopolhukam Tanggapi Kisruh KPK-Polri

Sabtu, 4 Agustus 2012 16:26 WIB
Menkopolhukam Tanggapi Kisruh KPK-Polri
Kompas Nasional/HENDRA A SETYAWAN
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (kanan) dan Kapolri, Jenderal (Pol) Timur Pradopo usai melakukan pertemuan tertutup di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (31/7/2012). Pertemuan tersebut terkait dengan penetapan tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan alat simulator pembuatan SIM Dikorlantas Polri tahun 2011 dengan tersangka DS oleh KPK. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto angkat bicara menanggapi perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri terkait penanganan kasus dugaan korupsi driving simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri.

Djoko melihat bahwa dinamika dan polemik dam kasus Simulator SIM tersebut, saat ini menunjukkan adanya gejala polemik yang tidak sehat terutama dalam hubungan Polri dan KPK sebagai lembaga penegak hukum.

"Saya tidak akan masuk ke ranah hukum, karena yang memiliki wewenang adalah kedua lembaga tersebut. Saya hanya melihat polemik ini tidak sehat, berhadap-hadapan, padahal yang seharusnya bekerja sama dengan sinergi," ungkap Djoko dalam jumpa persnya di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdaka Barat, Sabtu (4/8/2012).

Kata Djoko, polemik yang membenturkan kedua lembaga penegak hukum tersebut membuat situasi menjadi tidak kondusif dalam rangka menyelesaikan kasus di Korps Lalu Lintas Polri dengan transparan dan adil.

"Saya mengimbau kepada media, untuk lebih fokus untuk penyelesaian kasus hukumnya, tindak pidana korupsinya agar ditindak lebih lanjut dan bukan polemiknya," ungkap Djoko.

Polemik antara KPK dengan Polri, diawali dengan penggeledahan kantor Korlantas Polri di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2012) yang dilanjutkan dengan pengumuman Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangkanya.

Hal tersebut menjadi pukulan telak bagi kepolisian yang mengaku sudah menyelidiki kasus Simulator SIM tersebut lebih dahulu. Kemudian Polri pun menetapkan lima tersangka pada 1 Agustus 2012 diantaranya Wakakorlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo, AKBP Ruddy Rusmawan, Kompol Legimo, Budi Susanton dan Sukotjo Bambang.

Kemudian polemik pun semakin memans setelah Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman tampil dimedia dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan penyidikan kasus Simulator SIM tersebut, kecuali ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa pihak penyidik Bareskrim Polri tidak punya kewenangan untuk menyidik kasus yang melibatkan perwira tinggi polisi tersebut.

Kemudian pada 3 Agustus 2012, Bareskrim Polri pun melakukan penahanan terhadap empat tersangka yang ditetapkannya diantaranya Brigjen Didik Purnomo, AKBP Teddy Rusmawan, Kompol Legimo, dan Budi Susanto.

Ayo Klik:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
0 KOMENTAR
795021 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas