• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

Misteri Irjen Djoko Susilo di Ruang Divisi Hukum Polri

Senin, 6 Agustus 2012 20:58 WIB
Misteri Irjen Djoko Susilo di Ruang Divisi Hukum Polri
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Hotma Sitompoel (kanan), kuasa hukum Irjen (Pol) Djoko Susilo, bersama pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra (dua kanan), keluar dari Gedung Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri, Senin (6/8/2012). Yusril dimintai pendapat oleh Mabes Polri soal kewenangan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator uji praktek SIM di Korlantas Mabes Polri. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misteri kehadiran Irjen Pol Djoko Susilo di ruang Divisi Hukum Mabes Polri dibenarkan Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto.

Dalam pertemuan siang tadi, sebenarnya ada dua peristiwa. Pertama pertemuan antara Djoko Susilo dengan tim kuasa hukum yang ditunjuknya bersama dengan tim kuasa hukum yang diberikan Mabes Polri.

"Karena statusnya jenderal aktif, maka Mabes Polri memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan dan tim tersebut akan bekerjasama dengan tim yang ditunjuk secara pribadi," ungkap Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut dilakukan secara terpisah meskipun dalam satu waktu. Dalam pertemuan tersebut hadir tiga kuasa hukum yang ditunjuk Djoko Susilo diantaranya Juniver Girsang, Hotma Sitompoel, dan Tommy Sihotang bersama tim yang disiapkan dari Divisi Hukum Mabes Polri.

Kemudian, pertemuan lainnya dihadiri Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman, penyidik, pakar hukum Yusril Ihza Mahendra, Romli Atmasasmita, serta dari divisi hukum Mabes Polri yang tidak menangani kasus tersebut.

"Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang penanganan kasus yang ditangani Polri dan KPK," ujarnya.

Menurut Agus, mungkin karena tempat dan waktu yang bersamaan, tentu saja akan menimbulkan kesalahpahaman dari publik. "Padahal pertemuan terpisah dan dilakukan orang-orang yang berbeda, hanya dilakukan pada waktu bersamaan," ujarnya.

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM pertama kali mencuat saat Bambang Sukotjo, direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, membeberkan adanya dugaan suap proyek pengadaan simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Bambang terang-terangan menyebut ada suap dari perusahaan pemenang tender pengadaan simulator 2011, kepada pejabat Korlantas Polri bernisial DS sebesar Rp 2 miliar.

Tak hanya dugaan suap, Bambang pun membeberkan adanya praktek mark up dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil di institusi Polri tersebut. Pada saat lelang proyek tesebut, perusahaan bernama PT Citra Mandiri Metalindo berhasil memenangi tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar pada 2011.

Ayo Klik:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
801992 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • taufik prayitno-Selasa, 7 Agustus 2012 Laporkan
    selengkapnya di
    http://towerprovider.tk
  • daeng93-Selasa, 7 Agustus 2012 Laporkan
    semakin besar curiga masyakat ramai, kasus ini melibatkan tokoh publik dibelakangnya. Ada yg mesti dilindungi oleh tuan2 polisi...
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas