• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

Pertemuan Pimpinan KPK-Polri Masih Deadlock

Selasa, 7 Agustus 2012 20:37 WIB
Pertemuan Pimpinan KPK-Polri Masih Deadlock
Kompas Nasional/HENDRA A SETYAWAN
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (kanan) dan Kapolri, Jenderal (Pol) Timur Pradopo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dikabarkan sudah melakukan pertemuan kedua pada Senin (6/8/2012) malam.

Pertemuan diam-diam antara Ketua KPK dan Kapolri diungkapkan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto usai acara diskusi di kantornya, Selasa (7/8/2012).

Kendati demikian, Bambang enggan merinci lokasi pertemuan kedua pimpinan lembaga penegak hukum. Ia hanya mengatakan bahwa pertemuan tidak dilakukan di markas KPK.

Pertemuan kedua yang membahas soal penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator mengemudi di Korlantas Polri masih deadlock atau belum ada kesepakatan akhir.

Berdasarkan hasil pertemuan kedua, KPK dan Polri masih akan melakukan koordinasi terkait penyidikan kasus korupsi yang menjerat dua jendral polisi.

"Semalam sebagian pimpinan KPK berkomunikasi dengan pimpinan Polri untuk membangun koordinasi. Koordinasi ini masih berlangsung terus," kata Bambang. Koordinasi yang dimaksud Bambang terkait pemeriksaan saksi-saksi.

Seperti diketahui, beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri telah ditahan. Sementara KPK juga membutuhkan keterangan mereka untuk mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator alat kemudi motor dan mobil tahun anggaran 2011.

"Masih berkoordinasi. Pemeriksaan terhadap saksi juga sedang jalan. Kalau tersangka nanti pada saatnya yang tepat baru diperiksa. Sekarang masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi," kata Wakil ketua KPK Bidang Penindakan tersebut.

Bambang menambahkan, komisinya tetap berpedoman kepada UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK untuk menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan simulator untuk ujian SIM senilai Rp198,6 miliar. Artinya, KPK tidak akan menyerahkan kasus korupsi ini kepada Polri.

"Kami akan tunduk pada undang-undang," tegas Bambang.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan penyidik KPK sudah mulai memeriksa saksi-saksi terkait penyidikan kasus korupsi simulator mengemudi. Salah satu yang diperiksa yakni Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo S.Bambang.

"Sukotjo sudah diperiksa sebagai saksi," kata Johan saat dikonfirmasi.

Ayo Klik:


Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
806001 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas