Selasa, 27 Januari 2015
Tribunnews.com

KPK Isyaratkan Tersangka Baru Kasus Tanah Barata

Rabu, 8 Agustus 2012 21:00 WIB

KPK Isyaratkan Tersangka Baru Kasus Tanah Barata
Istimewa
Ilustrasi tahanan KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan eks Direktur Keuangan PT Barata Indonesia, Mahyuddin Harahap, sebagai tersangka pada 10 Maret 2012 lalu, ada kemungkinan bertambahnya tersangka baru kasus kerugian Rp 40 miliar penjualan tanah PT Barata di Jl Raya Ngagel 109 Wonokromo, Surabaya itu.

Siapa yang bakal menyusul jadi tersangka setelah Mahyuddin, KPK masih menutup rapat-rapat. "Sampai hari ini belum ada tersangka baru dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi Tribunnews, Rabu (8/8/2012) via layanan pesan singkat (SMS).

Namun kepada situs berita lain, Johan Budi menegaskan kalau KPK berencana kembali melakukan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur PT Siantar Top, Shindo Sumidomo, terkait kasus yang sama.  Bila pemanggilan terhadap Sumidomo benar-benar terjadi, ini adalah pemanggilan yang kedua kali setelah pemeriksaan pertama pada 19 Juli 2012 lalu.

Rupanya KPK merasa semakin perlu memeriksa lebih intensif pengusaha tambang asal Sulawesi Tenggara itu. "Dia diperiksa karena penyidik menilai ada keterkaitannya, " tegas Johan Budi seperti dilansir situs berita Inilah.com, Senin (6/8/2012).

Johan bahkan menegaskan, terbuka peluang tersangka bertambah meski dia tak menyebut nama calon tersangka.

Namun ketika ditanya apakah calon tersangka baru itu adalah juragan pabrik makanan ringan PT Siantar Top Shindo Sumidomo, Johan terkesan berhati-hati menanggapinya. "Nanti saya kabari lagi kalau ada perkembangan, " imbuhnya.

Shindo Sumidomo alias Asui semakin diperlukan keterangannya oleh KPK karena dia diduga tahu banyak atas kasus penjualan tanah Barata yang menjerat Mahyuddin Harahap. Info dari KPK menyebutkan, perusahaan Asui diduga membeli tanah di Jalan Raya Ngagel Surabaya yang diindikasi terlalu murah harganya sehingga merugikan negara sekitar Rp 40 miliar.

Halaman12
Penulis: Agung Budi Santoso
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas