• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Nasrullah: Angie Koordinator Anggaran Proyek Kemendiknas

Rabu, 8 Agustus 2012 20:10 WIB
Nasrullah: Angie Koordinator Anggaran Proyek Kemendiknas
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Teuku Nasrullah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teuku Nasrullah, Pengacara dari tersangka Angelina Sondakh membenarkan jika kliennya yang menjadi kordinator dari Komisi X DPR
untuk membawa hasil keputusan komisinya perihal permohonan anggaran proyek Kemendiknas ke Banggar DPR. Proyek tersebut yakni pengadaan alat laboratorium dan pembangunan di sejumlah universitas negeri.

"Orang yang ditugaskan untuk mewakili komisi X itu ibu Angie," kata Nasrullah saat berbincang dengan wartawan, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Kendati demikian, ia menyatakan, berdasarkan pengakuan kliennya, tugas kordinator yang diemban Angie tidak tertuang dalam Surat Keputusan resmi. Namun, ia berdalih, menjadi tugas yang sah ketika telah ada notulen rapat yang diputuskan bersama dalam sidang komisi.

"Kordinator tidak pernah ada SK. Hanya keputusan rapat biasa. Hanya notulen," terangnya.

Nasrullah menambahkan, saat itu, pemerintah lah yang mengajukan permohonan anggaran untuk sejumlah universitas. Bukan, inisiatif komisi X.

"Tetapi, di dalam permohonannya tidak tertulis nama-nama dan jumlah univeristas. Cuma anggarannya saja," ujarnya.

Seperti diberitakan, dalam kasus ini, KPK telah memanggil sejumlah rektor di sejumlah universitas. Setidaknya, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto, Rektor Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara, Usman Rianse untuk diperiksa.

Keterangan sejumlah rektor itu dianggap penting lantaran diduga mengetahui seputar kasus yang mendera Angelina.

Angelina ditetapkan sebagai tersangka lantaran selaku anggota Badan Anggaran DPR diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait penganggaran proyek wisma atlet di Kemenpora dan proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang digarap Kemendiknas.

Nilai total proyek pengadaan sarana prasarana di sejumlah universitas negeri yang diduga dikorupsi Angelina, diperkirakan mencapai Rp 600 miliar. Total nilai tersebut diperoleh KPK dari proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di 16 universitas negeri yang tersebar di seluruh Indonesia tahun anggaran 2010/2011. Dari 16 universitas tersebut, diketahui bahwa Universitas Pattimura mendapat proyek Rp 35 miliar, Tadulako mendapat proyek Rp 30 miliar, dan IPB mendapat proyek Rp 40 miliar.

Sementara itu, usai menjalani pemeriksaan KPK beberapa waktu lalu Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin mengungkapkan bahwa Angelina kecipratan uang Rp 5,5 miliar dari tiga universitas, yakni Universitas Tadulako, Universitas Haluoleo, dan Universitas Cendana, Kupang, NTT.

Ayo Klik:

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
809771 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas