• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Polisi Bongkar Praktek Judi Bola Online

Kamis, 9 Agustus 2012 23:50 WIB
Polisi Bongkar Praktek Judi Bola Online
IST
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Bareskrim Mabes Polri selama bulan April-Juli 2012 berhasil membekuk tiga kelompok penyedia judi sepak bola online di Jakarta dan Bandung. Sebanyak 12 orang diamankan dalam kasus tersebut.

Lokasi penangkapan pertama di Grogol, Jakarta Barat, polisi menangkap dua orang tersangkannya dengan inisial DB dan RSC, polisi pun berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi penggeledahan dan tangan tersangkanya.

"Dari yang di Jakarta ini barang bukti yang disita berupa lima buah rekening BCA, empat buah kartu ATM BCA, lima unit laptop, delapan buah modem, enam buah HP dan empat buah KTP," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).

Kemudian di tempat lain ditangkap enam pelaku judi online lainnya yang beroperasi untuk wilayah Jakarta-Bali. Masing-masing tersangka berinisial HK, TH, RN, AD, TY, dan AE.

"Dari mereka disita barang bukti berupa lima buah buku rekening, empat buah kartu ATM, tujuh buah alat untuk melakukan transaksi bank, lima unit laptop, delapan modem, enam HP, dan empat buah KTP," terang Boy.

Penangkapan yang ketiga di Bandung, polisi mengamankan empat tersangkanya masing-masing berinisial HP, YH, AF, dan AK. Polisi pun menyita satu buah kendaraan BMW, dua unit komputer, dua unit laptop, empat modem, empat key banking, delapan HP, tiga kartu kredit, tujuh kartu ATM, dan uang Rp 96 300 000.

"Saat ini semua tersangka ditahan di rutan bareskrim Polri," ujar Boy.

Boy menjelaskan para tersangka merupakan koordinator dan yang mengelola akun serta memberikan pelayanan dalam konteks transksi dengan pelanggannya di dunia online. Judi ini berjalan dengan didasarkan rasa saling percaya diantara pemain dengan penyedia judi online.

"Semua transaksi dilakukan melalui rekening bank. Jadi tidak secara manual tapi rekening bank," tutur Boy.

Modus yang digunakan para pelaku adalah menyediakan layanan perjudian dengan cara mempertaruhkan hasil kemenangan pertandingan sepak bola liga-liga dunia terkenal, seperti Liga Inggris, Italia, Piala Eropa, dan lain-lain.

"Pemain yang mengikuti perjudian adalah yang memiliki username dan password," ucap Boy.

Taruhan yang diberikan pun bervariatif, mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sehingga dalam membongkar pelaku judi online ini polisi pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi peserta judi di dunia maya.

Para pelaku dikenakan pasal 303 KUHP, kemudian Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tetang Informasi Teknologi Elektronik (ITE) pasal 27 ayat 2 dan pasal 45 ayat 1, kemudian undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang pasal 3,4, dan 5.

"Jadi kegiatan ini adalah hasil dari kegiatan browsing melalui internet yang dilakukan oleh tim IT Breskrim Polri, kemudian ditemukan penyedia jasa di perjudian online," pungkas Boy.

KLIK JUGA:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas