Sabtu, 30 Mei 2015
Tribunnews.com

SBY Keluarkan Izin Periksa 3.159 Pejabat

Minggu, 12 Agustus 2012 20:32 WIB

SBY Keluarkan Izin Periksa 3.159 Pejabat
Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II Dipo Alam

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) menegaskan Presiden SBY telah mengeluarkan 1.600 izin (memeriksa sebanyak 3.159 orang).

Izin yang dikeluarkan pemerintah atas permintaan Polri dan Kejaksaan untuk diperiksa penyidik dalam kasus pidana yang melibatkan Gubernur, Bupati, Walikota, Wakil Gubernur/Bupati/Walikota, Anggota DPR, DPD, dan DPRD.

"Dari 1600 izin tersebut, Presiden mengeluarkan sebanyak 175 izin, Mendagri sebanyak 431 izin untuk penyidikan Anggota DPRD Provinsi, Gubernur atas nama Mendagri sebanyak 994 izin untuk penyidikan Anggota DPRD Kabupaten/Kota," kata Dipo di Jakarta, Minggu (12/8/2012), dikutip dari situs Setkab.

Menurut Dipo, dari sejumlah izin yang dikeluarkan tersebut, mayoritas diatas 80 persen tersangkut kasus korupsi dan kasus yang mengakibatkan kerugian negara.

Dengan tidak bermaksud membandingkan dengan tindakan pemerintahan sebelum SBY seperti dilansir oleh Erry Riyana dalam diskusi di kantor KPK itu, Seskab Dipo Alam mengajak Erry untuk mencatat rekam jejak pemerintahan SBY sejak Oktober 2004 sampai sekarang dalam mendukung penegak hukum (Kejaksaan dan Polri) untuk memeriksa para pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Dikatakan besarnya izin pemeriksaan pejabat selama masa pemerintahan Presiden SBY yang notabene hanya dalam tempo 7,5 tahun sampai sekarang belum pernah dicapai oleh pemerintahan sebelumnya bahkan sejak masa Presiden Soeharto.

"Bukankah sikap konsisten dan tidak pandang bulu Presiden SBY tersebut sebagai wujud sikap garda terdepan dalam pemberantasan korupsi ? Soal kemudian tindak lanjut izin-izin yang dikeluarkan Pemerintah berujung di pengadilan dan pengadilan memutuskan sebagian tidak bersalah bukan lagi domain Presiden, karena sudah menjadi domain yudikatif,” jelas Dipo.

Halaman12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Rachmat Hidayat
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas