Wisata Religi Lebaran 2012

Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi

Bangunan 7.669 meter persegi yang sangat megah, berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, perpaduan arsitek, Jateng, Jatim, dan Yunani.

Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi - masjid_agung_jateng2.jpg
tribunnews.com
Masjid Agung Jateng
Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi - Masjid_Agung_Jateng3.jpg
tribunnews.com
Masjid Agung Jateng
Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi - Masjid_Agung_Jateng31.jpg
tribunnews.com
Masjid Agung Jateng
Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi - Masjid_Agung_Jateng4.jpg
tribunnews.com
Masjid Agung Jateng
Masjid Agung Semarang, Adopsi Kemegahan Masjid Nabawi - Masjid_Agung_Jateng5.jpg
tribunnews.com
Masjid Agung Jateng

TRIBUNNEWS.COM - MASJID Agung Jawa Tengah (MAJT) terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Bangunan 7.669 meter persegi yang sangat megah, berdiri di atas lahan seluas 10 hektar. Arsitekturnya gaya perpaduan antara Jawa, Timur Tengah dan Yunani.

"Kalau ditanya keistimewaan MAJT ini apa? Jawabannya banyak, semua detail yang ada di MAJT menurut saya istimewa dibanding masjid lain di Indonesia, bahka dunia sekalipun," kata Kepala Bagian MAJT H Subiono kepada Tour de Java, tabloid lebaran yang diterbitkan Tribun Network - Group of Regional Newspaper Kompas Gramedia.

Menurut Subiono, gaya khas Timur Tengah terlihat dari kubah dan empat minaretnya. Gaya Jawa terlihat dari bentuk tajugan atap di bawah kubah utama. Ada pun gaya Yunani terlihat pada 25 pilar-pilar kolasium dipandu dengan kaligrafi Arab yang indah.

Bila anda datang dari arah barat (Kendal - Pekalongan - Tegal - Jakarta), jalur masjid ini bisa dilalui dari bundaran Tugumuda. Kemudian lurus ke Timur Jalan Pandanaran - Simpanglima - Jalan Ahmad Yani - Perempatan Bangkong - Perempatan Milo - Jalan Brigjen Soediarto/Jalan Majapahit - Perempatan Marco - kiri - masuk Jalan Gajah Raya.

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang dibangun 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama RI, Said Agil Husen Al-Munawar, KH Sahal Mahfudz, dan Gubernur Jawa Tengah, H Mardiyanto. Dan diresmikan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono 14 November 2006.

Masjid Agung ini sangat terkenal dengan enam payung raksasa yang terdapat pada bagian plasa masjid perluasan ruang salat yang dapat menampung 10.000 jamaah. Payung raksasa tersebut diadopsi dari masjid Nabawi di Madinah. Payung raksasa dapat dibuka dan ditutup otomatis. Tinggi payung masing-masing 20 meter, dengan jari-jari 14 meter.

"Payung ini akan dibuka pada saat-saat tertentu saja, misalkan bila ada tamu yang berkunjung ke masjid, maka akan di buka," kata Subiono kepada tim survei jalur mudik Puldau Jawa Tour de Java yang menggunakan mobil Mitsibushi Pajero.

Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini terdapat Tower Asmaul Husna setinggi 99 meter,  dan Museum Kebudayaan Islam Lantai 2 dan 3 tower, Hotel Graha Agung di sisi Utara. Terdapat kafe memiliki view sangat baik yang terletak di lantai 18.

Di museum kebudayaan Islam terdapat Al-Quran Raksasa (Mushaf Al-Akbar) karya Santri Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah Kalibeber Mojotengah, Wonosobo. Ukurannya 145 x 95 cm.

Subiono melanjutkan, Masjid ini tak hanya menjadi daya tarik masyarakat yang ingin beribadah saja, juga mereka yang memanfaatkannya untuk berwisata. "Pada hari Sabtu-Minggu, masjid ini menjadi lautan manusia," katanya. Warga berdatangan untuk wisata rohani, sembari mencari asupan kuliner, sajian ratusan makanan dan minuman yang tersusun rapi di sekitar masjid.

Tetamu dari mancanegara pun banyak yang sudah menyempatkan waktu berkunjung ke masjid ini. Seperti dari Yunani, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Amerika, RRC, Mesir, Iran dan lain-lain. M FAIZAL RIZKI

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved