• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tjahjo Kumolo: Pidato Kenegaraan SBY Jangan Diinterupsi

Rabu, 15 Agustus 2012 01:28 WIB
Tjahjo Kumolo: Pidato Kenegaraan SBY Jangan Diinterupsi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato di depan anggota DPR dan DPD pada sidang paripurna bersama untuk menyambut HUT RI yang ke 66, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2011). Turut hadir pula dalam acara itu Wakil Presiden Boediono, menteri kabinet Indonesia bersatu II serta mantan presiden dan mantan wakil presiden, serta tokoh nasional.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo meminta semua pihak menghargai pidato kenegaraan yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus mendatang.

Untuk itu, Tjahjo meminta agar tidak terjadi interupsi saat Presiden membacakan pidato tersebut di hadapan anggota DPR.

"Itu adalah pidato dalam rangka HUT Proklamasi, ulang tahun bangsa, ulang tahun kita semua. Jadi tidak perlulah berpolemik, berinterupsi di forum paripurna yang itu forum kenegaraan," kata Tjahjo di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (14/8/2012).

Menurut Tjahjo, fraksi di DPR sebagai perpanjangan partai politik dapat menyampaikan pendapatnya secara terbuka usai Presiden menyampaikan pidatonya. PDIP sendiri, kata Tjahjo, akan melakukan evaluasi terhadap pidato SBY.

"Ya pasti adalah (evaluasi). Tapi kita lihat dulu bagaimana pidatonya," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menegaskan pidato Kenegaraan Presiden SBY 16 Agustus mendatang di DPR rawan diinterupsi oleh anggota DPR.

"Anggota DPR akan mempertanyakan sengketa Polri dan KPK dalam kasus simulator SIM Polri," kata Martin kepada Tribunnews.com, Minggu (12/6/2012).

Menurut politisi Partai Gerindra ini kalau sampai Polri dan KPK belum mencapai kesepakatan dalam mencari jalan keluar yang pas untuk menanganinya, bisa jadi Presiden tidak akan menyinggungnya dalam pidato.

"Di sini saya khawatir, bila tiba-tiba ada seorang anggota DPR yang merasa tidak puas atas pidato Presiden tersebut tiba-tiba menginterupsinya dan menanyakan pada Presiden mengapa tidak mengambil prakarsa yang serius untuk mengarah kan Polri dan KPK agar tidak berebut wewenang dalam mengusut kasus korupsi tersebut," katanya.

KLIK JUGA:

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
1 KOMENTAR
833102 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Barbar-Rabu, 15 Agustus 2012 Laporkan
    Biasa di hutan kali... Sekolahin etika tu anggota hewan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas