• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Soekarwo: Leadership Kunci Reformasi Pajak

Kamis, 23 Agustus 2012 00:35 WIB
Soekarwo: Leadership Kunci Reformasi Pajak
net
Soekarwo

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengetahui mengenai Sensus Pajak Nasional 2012 dari pemberitaan di media, dan membaca buku. Menurut orang nomor satu di Jatim ini, Sensus Pajak Nasional tahap kedua ini harus diadakan untuk mengetahui coverage ratio, yakni perbandingan antara penerimaan pajak riil dengan potensi pajak yang sebenarnya ada.

"Dengan begitu, ketidakadilan dapat terurai. Karena selama ini, sering terjadi mereka punya tapi ada yang tidak membayar pajak," ujar Soekarwo.

Hasil Sensus Pajak Nasional, kata Pakde Karwo-panggilan akrab Soekarwo, sangat penting untuk mengidentifikasi data di lapangan selanjutkan akan dijadikan sebagai informasi oleh lembaga pajak. Dengan pemikiran itu, Pakde Karwo sangat mendukung dilaksanakannya Sensus Pajak Nasional 2012. Ia juga berniat menyukseskan program pemerintah pusat tersebut sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah daerah. "Sebagai bentuk dukungan, jika mereka datang untuk audiensi akan langsung saya terima. Karena ini sangat bagus," imbuhnya.

Khusus mengenai banyaknya kasus suap dan dugaan penyelewengan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Pakde Karwo menilai terungkapnya borok dan praktik korupsi di lembaga pemungut pajak tersebut tak bisa dielakkan kendati telah memasuki era demokrasi, yang terbuka seperti sekarang. Ini tentu berbeda ketika zaman Orde Baru, yang tertutup. "Jadi dulu mungkin banyak, tapi tidak kelihatan. Beda dengan sekarang, menjadi terbongkar dan dadi sudo (menjadi berkurang)," kata Pakde Karwo.

Meski banyak kasus yang mendera Ditjen Pajak, Pakde Karwo yakin masalah itu dapat diatasi. Syaratnya, para pimpinan harus punya kemampuan dan kekuatan kepemimpinan. "Leadership itu sangat penting, agar pada saat krisis dia hebat dan ketika trust berkurang dia sukses," tandasnya.

Dengan berbagai kasus yang melanda Ditjen Pajak, pimpinan di lembaga itu memiliki peran ke dalam dan ke luar. Peran ke dalam diwujudkan dengan terus memotivasi pegawai Ditjen Pajak di tengah kondisi keterpurukan akibat berbagai kasus yang mencorengnya. Ini penting, karena jika para pegawai Ditjen Pajak kehilangan motivasi, maka penerimaan Negara juga akan berkurang.

Sedangkan peran ke luar diwujudkan dengan membangun kepercayaan dari masyarakat kepada institusi yang sedang terpuruk tersebut. Dengan terus menerus menjalankan reformasi birokrasi secara konsisten, diharapkan masyarakat dapat menilai dengan proporsional bahwa Ditjen Pajak terus berbenah dan tanpa kompromi menyatakan perang terhadap Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Narasumber: Soekarwo, Gubernur Jawa Timur

Editor: Administrator
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
853722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas