• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

Mendagri Bantah Ada Pembiaran Saat Kerusuhan Sampang

Selasa, 28 Agustus 2012 18:56 WIB
Mendagri Bantah Ada Pembiaran Saat Kerusuhan Sampang
SURYA/Muchin Rasyid/SURYA/Muchin Rasyid
Sejumlah anggota kepolisian Resor Sampang memperhatikan puing puing sisa pembakaran yang dilakukan oleh ratuan massa bersenjatakan tajam berupa celurit, gobang membakar empat rumah, sekolah, tempat ibadah dan toko hingga rata dengan tanah. di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Kamis. (29/12/2011) saat ini kasusnya ditangani Kepolisian Resor Sampang. (SURYA/Muchin Rasyid)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah bahwa ada pembiaran agar api meluas membakar rumah-rumah warga saat aksi pembakaran di Sampang, Madura, Jawa Timur. Hal tersebut menanggapi adanya pemberitaan media internasional yang mengabarkan demikian.

Gamawan mengatakan lokasi kejadian yang memakan korban jiwa itu bukan di pinggir jalan. Tidak hanya itu, untuk menuju ke lokasi, kendaraan roda empat tidak dapat masuk. Hanya sepeda motor saja yang dapat masuk mencapai lokasi tersebut.

“Lokasi di sana bukan di pinggir jalan raya. Karena ada media internasional yang memuat seolah-olah dibiarkan saja api itu membesar, tidak dipadamkan dengan pemadam kebakaran,” kata Gamawan kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

“Tidak bisa mobil ke situ. Ke situ saja naik sepeda motor. Air juga tidak ada karena di gunung. Jadi jangan asumsi kita tidak lihat realita di lapangan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Minggu lalu, terjadi aksi kekerasan dan pembakaran rumah terhadap kelompok Islam Syiah di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang.

Berita Terkait: Kerusuhan Sampang

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
869581 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas