Minggu, 2 Agustus 2015
Tribunnews.com

Polisi Minta Masyarakat Serahkan Pelaku Kekerasan di Sampang

Rabu, 29 Agustus 2012 00:43 WIB

Polisi Minta Masyarakat Serahkan Pelaku Kekerasan di Sampang
AFP/STR
Anggota pasukan keamanan bersenjata lengkap mengawal seorang anak menuju tempat pengungsian, menyusul terjadinya kerusuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (26/8/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi terus melakukan upaya penanganan hukum kasus kekerasan yang menimpa Muslim Syiah di Sampang, Jawa Timur.

Dari massa yang melakukan penyerangan, polisi baru menetapkan satu tersangka berinisial R. Untuk itu, polisi meminta warga yang mengetahui para pelaku penganiayaan dan penyerangan terhadap Muslim Syiah di Sampang, agar membantu menyerahkannya kepada polisi.

"Kami mengoptimalkan penegakan hukum terhadap peristiwa yang terjadi. Ini pun harus didukung masyarakat ,terutama untuk menyerahkan pihak yang terlibat aksi kekerasan," ucap Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Selasa (28/8/2012).

Polri juga meminta para tokoh masyarakat, untuk menyerahkan para pelaku yang terlibat aksi berdarah yang menewaskan dua warga.

"Bukan hanya upaya penyidikan dan penjemputan paksa yang kami lakukan, tapi juga meminta menyerahkan pelaku-pelaku yang diketahui terlibat aksi kekerasan," tutur Boy.

Polri membantah dikatakan lamban mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan di Sampang. Menurut Boy, upaya-upaya mendekteksi potensi gangguan keamanan sebenarnya sudah dilakukan.

Bahkan, sebelum aksi penyerangan terjadi, sudah ada upaya komunikasi polisi dengan pemerintah daerah setempat, setelah ada informasi penghadangan para santri. Juga, upaya identifikasi kerawanan pun sudah dilakukan polisi.

Halaman12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas