Bom di Tambora

Din Syamsudin: Jangan Kaitkan Teroris dengan Islam

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan jangan selalu mengaitkan aksi terorisme dengan Islam

Din Syamsudin: Jangan Kaitkan Teroris dengan Islam
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ketua PP MUhammadiyah Din Syamsudin memamerkan sebuah buku dalam diskusi dengan Ketua Mahkamah Komstitusi Mahfud MD dan mantan Mendiknas bambang Soedibyo (tak terlihat), di Kantor PP MUhammadiyah, Jakarta, Kamis (2/6/2011). Dalam acara tersebut, para tokoh nasional tersbut membicarakan nasib bangsa dan kelangsungan negara di masa yang akan datang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan jangan selalu mengaitkan aksi terorisme dengan Islam. Hal itu kata Din justru membuat teroris sulit diberantas.

"Kita harus introspeksi, berarti ada cara penanganan yang belum tepat. Harus bersama-sama, masing-masing elemen mendapat peran,"kata Din saat acara Silaturahmi Tokoh Bangsa, di Auditorium Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis(6/9/2012).

Din mengatakan sangat ironis sekali jika umat Islam sebagai kelompok terbesar di negara ini menjadi tertuduh apabila ada peristiwa teror yang terjadi.

"Saya heran mengapa sudah ada lembaga bentukan negara yang khusus menangani, dibiayai dengan anggaran yang besar, tapi kok masih ada saja terorisme,"ujar Din.

Menurut Din, ada kesalahan dalam hal pemberantasan terorisme.

"Dalam pikiran sederhana saya, lingkaran yang dituduh sebagai teroris itu kan sudah harus berbentuk data, tapi kenapa tidak dilakukan pembinaan atau penyelesaian dengan mereka,"ujar Din.

Lebih lanjut Din menjelaskan, pelaku teror sering mati terbunuh hanyalah eksekutor di lapangan saja.
"Kenapa yang sering tertembak mati itu hanya kroco-kroconya saja. Sementara aktor intelektualnya tidak pernah terungkap,"ujar Din.

Din mengutarakan, jika hal ini yang kemudian oleh sebagian orang dianggap sebagai konspirasi karena peristiwa yang terus terulang dan terulang lagi.

"Terutama apabila ada peristiwa yang penting atau besar, kejadian ini selalu muncul, sehingga memunculkan teori konspirasi yang orang-orang menduga jika ini mengalihkan perhatian, atau ada sangkut pautnya dengan kedatangan tamu dari negara besar,"tuturnya.

Din menambahkan seharusnya aparat itu menangkap terlebih dulu. sebelum menembak supaya bisa diketahui siapa yang menyuruh mereka, motifnya dan lain-lain.

Berita Terkait: Bom di Tambora

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved