• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

DPR Minta Kemenakertrans Selidiki WNI Tewas di Malaysia

Sabtu, 15 September 2012 01:34 WIB
DPR Minta Kemenakertrans Selidiki WNI Tewas di Malaysia
TRIBUNNEWS.COM/RACHMAT HIDAYAT
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta KBRI Malaysia dan Kemenakertrans untuk menyelidiki tewasnya empat WNI di negeri jiran tersebut.

"Pastikan apakah TKI dimaksud terlibat tindakan kriminal atau tidak. Saya mengharapkan Kemenakertrans segera turun tangan," ujar Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Taufik mengatakan, BNP2TKI juga diminta menyelidiki apakah empat orang yang tewas itu merupakan TKI resmi. Selain itu, Taufik meminta lembaga tersebut mengklarifikasi kejadian itu ke kepolisian Malaysia.

"Kasus ini memerlukan kerjasama gabungan agar permasalahan bisa diselesaikan kenapa sampai ada masalah penembakan itu," ujarnya.

Bila hasil penyelidikan menunjukkan adanya aksi kriminal, Taufik mengatakan perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk membekali calon TKI yang akan keluar negeri.

"Jangan sampai mereka yang sudah dikirim melakukan itu. Jangankan di negara luar, di sini pun kalau lakukan kriminal harus ditindak sesuai hukum berlaku."

"Tetapi kalau tidak ada indikasi tindakan kriminal, maka harus diusut tuntas kenapa itu bisa terjadi sehingga harus dipertanggungjawabkan," katanya.

Seperti diketahui, empat WNI tewas ditembak polisi Malaysia di negara bagian Perak.
Kejadian penembakan itu terjadi pada tanggal 7 September 2012 sore di Perak Malaysia.

Polisi Malaysia menyatakan, mereka ditembak ketika berusaha merampok warga di sebuah perkampungan ketika polisi sedang melakukan operasi.

BACA JUGA:

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
932702 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas